Mantan Ajudan Bung Karno Dapat Pangkat Kehormatan di HUT Bhayangkara ke 80
Bogor - Spektroom : Dihari HUT Bhayangkara ke 80 yang di gelar di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu ( 1/7/2026) Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat kehormatan Republik Indonesia kepada mantan Ajudan Presiden Sukarno yang juga pernah menjabat Ketua MPR RI periode 2013-2014 Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Presiden Prabowo dengan menyematkan pangkat baru kepada Sidarto dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sidarto dikenal sebagai ajudan terakhir Presiden pertama RI Sukarno pada masa transisi kekuasaan pasca Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).
Ia ditugaskan sebagai ajudan sejak 6 Februari 1967, menggantikan Komisaris Besar Polisi Sumirat yang saat itu ditahan, dan mendampingi Bung Karno hingga menjelang wafatnya sang proklamator.Sidarto yang lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 Juni 1936, memulai pendidikan kepolisiannya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1955, dilanjutkan pendidikan kepolisian di Amerika Serikat pada 1964-1965. Latar belakang pendidikan di AS itu disebut sebagai salah satu pertimbangan mengapa ia dipilih menjadi ajudan Bung Karno kala itu.
Karier kepolisian Sidarto berlanjut dengan menjabat Kepala Polres Tangerang, Kepala Dinas Penerangan Polri, serta Kepala Interpol Indonesia. Ia kemudian dua kali dipercaya menjadi Kepala Kepolisian Daerah, yakni Kapolda Sumatera Bagian Selatan dan Kapolda Jawa Barat.
Purna tugas dari kepolisian, Sidarto melanjutkan karier di jalur politik dengan menjadi anggota DPR/MPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan selama tiga periode sejak 1999, sebelum akhirnya ditunjuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua MPR RI pada 2013, menggantikan Taufiq Kiemas yang meninggal dunia saat menjabat.
Ia kemudian juga tercatat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada era Presiden Joko Widodo.Selain kepada Sidarto, penganugerahan pangkat kehormatan Republik Indonesia
Dalam upacara tersebut juga diberikan kepada dua purnawirawan Polri lainnya, yakni mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015 Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki, dan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara periode 2004-2009 Brigjen Pol (Purn) Taufiq Effendi
Selain bintang kehormatan Presiden juga memberikan penghargaan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 .Penghargaan diberikan kepada Polda Metro Jaya, Polda Banten, Polda Sumatera Utara, Polda Riau, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat, Polda Kalimantan Tengah, Polda Jawa Timur, Divisi Hukum Polri, serta Pusat Keuangan Polri.
Dalam pesan sambutan nya Inspektur Upacara Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, "Polri bekerja untuk rakyat. Polri harus melindungi rakyat. Polri mengabdi kepada bangsa dan negara." Ujar presiden.
Presiden Prabowo juga menganugerahkan Bintang Bhayangkara Narariya kepada tiga personel Polri yang dinilai memiliki dedikasi, prestasi, dan loyalitas tinggi terhadap institusi dan negara.
ketiga penerima penghargaan tersebut yakni Kombes Pol Dr. Prasetiyo Adhi Wibowo selaku Widyaiswara Kepolisian Madya Tingkat III Sespim Lemdiklat Polri, AKP Nengsi Marline Waromy yang menjabat Kasiwas Polresta Manokwari Polda Papua Barat, serta Aiptu Wawan Setiyawan yang bertugas di Satlat Brimob Korbrimob Polri.