Marsinah, Menyusuri Lorong Waktu Perjuangan Buruh

Marsinah, Menyusuri Lorong Waktu Perjuangan Buruh
Rombongan Tripartit Kalsel ziarah ke Makam Marsinah dan berkunjung ke Museum Marsinah.(Foto Dokumentasi Tripartit)

Junaidi, Agung Yunianto

Banjarmasin-Spektroom : Simbol kolaborasi tripartit hubungan industrial Pancasila yang dilakukan Tripartit Kalsel adalah berkunjung ke makam Marsinah di Nganjuk Jawa Timur, (4/6/2026), Pahlawan Buruh yang gugur karena berani memperjuangkan hak-hak Pekerja.

Rombongan Tripartit Kalsel ziarah ke Makam Marsinah dan berkunjung ke Museum Marsinah.(Foto Dokumentasi Tripartit)

Kunjungan tersebut sangat simbolik, menggambarkan bahwa kesejahteraan Buruh adalah hal yang tak terpisahkan dengan keberlanjutan industrialisasi. Keharmonisan hubungan industrial antara Perusahaan, Pekerja dan Pemerintah, menyebabkan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan bersama dapat terwujud secara beriringan.

Mengunjungi makam Marsinah dan kemudian membaca sejarahnya melalui museum yang baru saja diresmikan oleh Pemerintah, seakan menyusuri lorong waktu, bahwa agar dapat setara hingga menjadi tripartit, harus melalui perjuangan panjang penuh pengorbanan.

Marsinah yang lahir pada 10 April 1969 di Nganjuk, Anak seorang Petani dan hanya mengecap pendidikan hingga tamat SMP, adalah suara perjuangan keadilan yang menyebabkannya mati dibunuh pada 9 Mei 1993. Buruh pabrik perempuan yang kala itu berusia 24 tahun, berani menyuarakan hak-hak Pekerja sehingga mendapat perlakuan yang lebih adil, agar upah Buruh dapat menopang bagi kehidupan yang layak.

Rombongan tripartit Kalsel yang berjumlah 32 orang, dipimpin Kepala Disnakertrans Kalsel Irfan Sayuti, didampingi Ketua DPD Apindo Kalsel Winardi Sethiono dan Ketua KSPSI Sadin Sasau, bukan saja berziarah ke makam Marsinah dan mengunjungi museum Marsinah yang sarat sejarah perjuangannya, tapi juga bersilaturrahmi ke rumah Marsinah, serta berdialog dengan keluarga Marsinah.

Marsinah, Buruh Perempuan Desa yang dibunuh karena memperjuangan nasib Pekerja, telah memberi pelajaran pada banyak orang, bahwa dialog yang setara antara Pekerja, Pengusaha dan Pemerintah yang kemudian disebut tripartit, haruslah diwujudkan dalam segala kesempatan. Siapapun adanya, seberat apapun masalah yang dihadapi Pekerja, Pengusaha atau Pemerintah, mestinya menempuh jalan dialog, bukan jalan kekerasan. Cukup Marsinah yang menjadi korban dalam memperjuangkan keadilan. Setelahnya, harus menjadi pembelajaran, bahwa kesejahteraan dapat diwujudkan dengan duduk bersama, berdialog secara setara, saling mendengarkan dan memahami problemnya masing-masing.

Jangan ada kata “pokoknya” dalam dialog, karena itu akan menuju pada kebuntuan. Perjuangan Marsinah adalah perjuangan tentang pentingnya dialog itu sendiri. Dialog untuk saling mendengar dan memahami, sehingga kesejahteraan bukan hanya menjadi hak Pengusaha dan Pemerintah, tapi juga bagi Buruh dan Keluarga yang dipikulnya, sehingga terwujud kesejahteraan yang lebih manusiawi, seperti THR, hak cuti haid, tunjangan cuti hamil dan penyamaan hak Pekerja baru dengan Pekerja lama.

Pada Museum Marsinah, seluruh peserta Tripartit Kalsel belajar banyak tentang keadilan, bahwa perjuangan tidak dimulai dari teriakan besar, tetapi dari keberanian untuk saling mendengar dan berdiri bersama. Marsinah mengajarkan bahwa keberanian seorang Pekerja, dapat menyalakan keberanian bagi banyak orang untuk bersuara.*****

Berita terkait

Kado HUT Provinsi Riau ke-69, Plt Gubri Ajak Warga Mamfaatkan Pemutihan Pajak Kenderaan

Kado HUT Provinsi Riau ke-69, Plt Gubri Ajak Warga Mamfaatkan Pemutihan Pajak Kenderaan

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi memberikan kado Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau melalui program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang berlangsung selama 1-31 Agustus 2026. Program tersebut memberikan keringanan bagi masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan dengan menghapus denda dan tunggakan pokok pajak tahun-tahun sebelumnya. Pelaksana Tugas

Salman Nurmin, Rafles
Sempena Hari Jadi ke- 514 Bengkalis, Pemkab Gelar Ziarah Makam Pahlawan

Sempena Hari Jadi ke- 514 Bengkalis, Pemkab Gelar Ziarah Makam Pahlawan

Bengkalis-Spektroom: Peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar ziarah makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pejuang dan pendahulu yang telah meletakkan fondasi lahirnya Negeri Junjungan, Jumat pagi, 31 Juli 2026. Ziarah ini menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan, pengabdian, dan persatuan dalam membangun Bengkalis

Salman Nurmin, Rafles
Rano Karno Resmikan Kampung Qur'an Rusunawa Penjaringan, Siapkan Model Pembinaan Karakter Warga

Rano Karno Resmikan Kampung Qur'an Rusunawa Penjaringan, Siapkan Model Pembinaan Karakter Warga

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meresmikan Kampung Quran di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (31/7/2026). Program ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan karakter, sekaligus pemberdayaan masyarakat, serta akan dikembangkan sebagai percontohan bagi wilayah lain di Jakarta. "Kami ingin Kampung Qur&

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
ссс