Masjid Al-Ikhlas Dofa, Ikhtiar Warga Menjaga Iman Lewat Semangat Gotong Royong
Sula – Spektroom : Suara palu dan gesekan keramik masih terdengar di sudut Masjid Al-Ikhlas, Desa Dofa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Minggu (26/7/2026).
Meski beberapa bagian bangunan masih dalam tahap penyelesaian, rumah ibadah yang telah mencapai sekitar 90 persen pembangunan itu sudah lebih dulu dipenuhi aktivitas yang jauh lebih penting: tempat warga bersujud bersama.
Sejak peletakan batu pertama pada 18 Agustus 2019, Masjid Al-Ikhlas dibangun dengan harapan sederhana, yakni menghadirkan tempat ibadah yang lebih dekat dan nyaman bagi masyarakat.
Kini, harapan itu mulai terwujud. Lima waktu salat berjamaah, salat Jumat, hingga salat Idulfitri dan Iduladha telah rutin dilaksanakan di masjid tersebut.
Petugas Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) sekaligus khatib Masjid Al-Ikhlas, Hairun Soamole, mengatakan meski pembangunan belum sepenuhnya rampung, fungsi utama masjid sebagai pusat ibadah telah berjalan dengan baik.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian area belakang masjid, termasuk pemasangan keramik di tempat wudu serta pegangan pengaman agar jamaah lebih aman saat beraktivitas.
Keberadaan Masjid Al-Ikhlas juga menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang terus bertambah. Desa Dofa kini memiliki dua masjid, yakni Masjid Nurul Yakin dan Masjid Al-Ikhlas, serta satu musala permanen.
Dengan bertambahnya sarana ibadah, warga tidak lagi harus menempuh jarak lebih jauh untuk melaksanakan salat berjamaah.
Namun, yang paling terasa bukan hanya bertambahnya bangunan, melainkan semakin eratnya ikatan sosial di tengah masyarakat.
Hampir setiap tahap pembangunan dilakukan melalui gotong royong. Aparat desa, tokoh masyarakat, kaum ibu, hingga para pemuda bergantian menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan kemampuan yang mereka miliki agar pembangunan segera tuntas.
Bagi warga Desa Dofa, Masjid Al-Ikhlas bukan sekadar bangunan baru. Ia menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan harapan agar kehidupan keagamaan semakin kuat.
Di balik dinding yang masih disempurnakan dan lantai yang terus dipasang, tumbuh keyakinan bahwa masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga ruang yang menyatukan masyarakat dalam semangat saling membantu dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan untuk generasi mendatang.