Masuk Nominator Hoegeng Awards 2026, Kapolda Maluku Minta Personel Contoh Iptu Bastian

Masuk Nominator Hoegeng Awards 2026, Kapolda Maluku Minta Personel Contoh Iptu Bastian
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menghadiri Malam Puncak Hoegeng Awards 2026 yang berlangsung di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).foto Humas Polda Maluku

Ambon - Spektroom: Kapolda Maluku mengapresiasi masuknya Iptu Bastian Tuhuteru sebagai salah satu dari tiga besar nominator dalam ajang Hoegeng Awards 2026. Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel Polda Maluku untuk terus meningkatkan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Keterlibatan aktif tokoh masyarakat dan pejabat negara dalam proses penilaian menunjukkan bahwa keteladanan anggota Polri tidak hanya diukur dari sudut pandang internal institusi, melainkan dari dampak nyata pengabdian yang dirasakan publik. Tim penilai tersebut melibatkan nama-nama seperti Qotrunnada Wahid, M.Psi., Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., M.M., mantan Plt. Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., anggota Kompolnas Gufron Mabruri, serta Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman, S.H., M.H.

Kapolda Maluku menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam mengusulkan dan menilai polisi teladan merupakan bukti pentingnya membangun hubungan kuat melalui kerja nyata. Menurutnya, kepercayaan publik harus dibuktikan secara konsisten lewat pelayanan dan pengabdian di lapangan, bukan sekadar retorika.

Melalui momentum Hoegeng Awards 2026, Kapolda berharap semangat keteladanan ini bertransformasi menjadi budaya positif di seluruh jajaran kepolisian, khususnya di Polda Maluku. Ia juga mengimbau setiap anggota untuk menjadikan pengabdian sebagai panggilan tugas utama tanpa harus menunggu penghargaan.( EM)

Berita terkait

Pramono Tegaskan Budaya Betawi Jadi Fondasi Jakarta Menuju Kota Global

Pramono Tegaskan Budaya Betawi Jadi Fondasi Jakarta Menuju Kota Global

Jakarta – Spektroom : Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menempatkan budaya Betawi sebagai fondasi utama dalam pembangunan Jakarta menuju kota global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang memperkuat identitas budaya, memperluas ruang ekspresi masyarakat Betawi, hingga penataan kelembagaan adat. Pernyataan itu disampaikan Pramono

Irvan Idris Saleh