Media Sosial Antara Madu dan Racun

Spektroom.id Mendengarkan ceramah agama di mesjid merupakan ikhtiar untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketika seorang penceramah menyampaikan materi ceramahnya yang bersentuhan dengan pengetahuan umum adalah menarik untuk disimak, terlebih terkait dengan situasi masa kini, seperti masalah media Sosial atau internet. Misalnya seseorang menyiarkan berita secara "live" di samping Ka'bah, lalu berkata "dipersilakan pemirsa meminta do'a apa ?" ,tentunya hal itu positif saja dilakukan dengan ikhlas.
Adalah ustadz Fauzi Rahmani yang dalam hal ini bisa kita daulat sebagai pengamat sosial kemasyarakatan menirukan gaya bahasa media sosial : “hallo guys, saya disini (maksudnya disamping ka’bah), ayo ketik minta do’a apa?” , tentunya pada akhirnya bila gadget dipegang oleh seseorang tontonan itulah yang mempengaruhi tabiat atau akhlaqnya.
Dalam kapasitas sebagai pengamat sosial kemasyarakatan setelah selesai ceramah agama spektroom.id menyambangi Ustadz Fauzi Rahmani tentang keberadaan sosial media apakah madu atau racun?, beliau jawab “kedua-duanya, yaitu hal-hal positip seperti transformasi ilmu, namun perlu penguatan literasi di media sosial dengan validasi, check and rechek, tabayyun dan diverifikasi, apalagi generasi senior yang sudah terbiasa dapat informasi yang tervalidasi, seperti TVRI zaman dulu dan surat kabar semua informasinya valid.
Generasi tua sudah terbiasa informasi tervalidasi dan langsung percaya, sangat berbeda dengan yang akhir-akhir ini di media sosial, disini media sosial berbahaya, karena semua orang bisa menulis atau memproduksi audio atau tulisan atau video

Berita terkait

Pelatihan Ecoprint Jadi Upaya Pemberdayaan dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Jember

Pelatihan Ecoprint Jadi Upaya Pemberdayaan dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Jember

Jember-Spektroom : Upaya penuntasan dan pemberdayaan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Ecoprint bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diselenggarakan di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Kamis (25/06/2026). Kegiatan tersebut dibuka dan

Budi Sucahyono, Julianto
Menteri Kependudukan Temui Kader Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting di Sleman

Menteri Kependudukan Temui Kader Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting di Sleman

Sleman – Spektroom : Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, bertemu dengan ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Sleman di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji didampingi Wakil Bupati Sleman

Fatmawaty, Bian Pamungkas