Melacak Angka di Bawah Terik Jakarta: Kisah Nata dan Rosita Memotret Ekonomi Warga

Melacak Angka di Bawah Terik Jakarta: Kisah Nata dan Rosita Memotret Ekonomi Warga
Petugas Sensus Ekonomi 2026 didampingi kader Dasawisma menyelusuri pemukiman warga di Duren Swait, Jakarta Timur ( Foto Spektroom)

Jakarta - Spektroom : Menjadi petugas sensus bukanlah perkara mudah. Di pundak para tunas muda inilah, akurasi data ekonomi masa depan bangsa dipertaruhkan. Mereka harus siap berhadapan dengan beragam karakter masyarakat di lapangan.

Di bawah sengatan terik matahari Jakarta, Nata menyusuri lorong-lorong sempit di kawasan permukiman padat. Dari sembilan RT yang harus ia datangi di tingkat kelurahan, tidak semua wilayah mudah dijangkau. Medan yang dihadapi sangat kontras, mulai dari gang senggol hingga kompleks perumahan elite dengan pagar menjulang.

Sembari melempar senyum, Nata menceritakan dinamika yang ia temui di lapangan. Respon warga sangat beragam.

"Ada yang menerima dengan baik, tetapi ada juga yang kurang berkenan atau sedikit mengeluh dengan alasan sibuk. Tantangan seperti ini umumnya kami temui di kawasan perumahan," ujar Nata sambil menghela napas panjang.

Bagi Nata, ini adalah pengalaman pertamanya terjun langsung sebagai ujung tombak pengumpul data. Namun, ia tidak sendirian. Siang itu, usai menunaikan ibadah salat Zuhur di sebuah masjid di Jakarta Timur, Nata tampak berbincang dengan rekan sejawatnya, Rosita.

Dua mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) ini mengemban tugas di wilayah yang berbeda; Nata di Pondok Bambu, sedangkan Rosita di Duren Sawit.

"Dalam bertugas, kami didampingi oleh kader Dasawisma dari RT setempat untuk mendatangi rumah warga," kata Rosita.

Bagi Rosita, kunci utama menghadapi penolakan dari responden adalah kesabaran. Padahal, menurut mereka berdua, Sensus Ekonomi ini sangat krusial untuk memetakan arah kebijakan negara ke depan.

Di tengah kibaran bendera Merah Putih yang menghias jalanan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, kedua mahasiswi ini terus melangkah. Mereka keluar masuk permukiman demi mengumpulkan data yang akurat demi pembangunan ekonomi nasional.

Kini, bola panggung ada di tangan masyarakat. Kejujuran warga dalam memberikan data ekonomi sangat diharapkan demi kepentingan bersama, agar kebijakan pemerintah kelak bisa tepat sasaran dan menyentuh kesejahteraan hidup masyarakat luas

Berita terkait

Fraksi di DPRD Bukittinggi Sampaikan Pandangan Umum Raperda Perubahan APBD 2026

Fraksi di DPRD Bukittinggi Sampaikan Pandangan Umum Raperda Perubahan APBD 2026

Bukittinggi-Spektroom : Enam fraksi DPRD Kota Bukittinggi sampaikan Pandangan Umum terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Rapat DPRD Kota Bukittinggi, Selasa, (11/8/2026) Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendy, menjelaskan, pada hari Senin kemarin Wali Kota Bukittinggi telah menghantarkan Rancangan Peraturan Daerah tentang

Wiza Andrita, Rafles
Diskominfoss Kuansing Sambut Kemerihan HUT RI ke-81 Dengan Berbagai Perlombaan

Diskominfoss Kuansing Sambut Kemerihan HUT RI ke-81 Dengan Berbagai Perlombaan

Teluk Kuantan-Spektroom : Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu meriah di lingkungan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Bukan sekadar memasang bendera dan umbul-umbul, jajaran Diskominfoss Kuansing turut memeriahkan momentum kemerdekaan dengan menggelar berbagai perlombaan bersama Dharnawanaita Persatuan ( DWP ) Dinas

Salman Nurmin, Rafles