Melalui Padat Karya Tunai 23 Titik di Aceh Tamiang Cepat Pulih Aceh – Spektroom :  Menteri

Melalui Padat Karya Tunai 23 Titik di Aceh Tamiang Cepat Pulih Aceh – Spektroom :  Menteri
Menteri PU saat memasuki rumah warga untuk melihat pekerjaan padat karya tunai ( birkom PU)

Aceh – Spektroom :  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau salah satu titik pelaksanaan program Padat Karya Tunai di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (24/5/2026) Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pembersihan lumpur pada permukiman masyarakat terdampak bencana.

Menteri Dody menegaskan, penanganan lumpur di kawasan permukiman menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena sejak awal bencana persoalan sedimentasi dan lumpur merupakan permasalahan utama di Aceh Tamiang.

“Saya perlu melihat urusan perlumpuran di perumahan. Hal ini penting karena di Tamiang, sejak awal kita datang memang masalah utamanya lumpur. Hal itu yang harus saya kejar, supaya lumpur-lumpurnya segera dibersihkan dengan sistem padat karya sehingga masyarakat langsung terlibat dalam proses pekerjaan tersebut,” kata Menteri Dody.

Para warga yg tergabung dalam program padat karya tunai sedang membersihkan lumpur ( birkom PU)

Program padat karya tunai di Aceh Tamiang telah dilaksanakan sejak masa tanggap darurat bencana, sebagai bagian dari pemulihan kawasan berbasis masyarakat yang diharapkan dapat memulihkan kegiatan ekonomi. Melalui skema ini, pemilik rumah dan masyarakat dilibatkan langsung dalam kegiatan pembersihan rumah, lingkungan permukiman, drainase, serta pemulihan kawasan. 

“Program ini sudah kita kerjakan sejak awal bencana. Jadi pemilik rumah kita aktifkan sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa masyarakat terdampak bencana ikut terlibat aktif dalam proses pemulihan,” ujar Menteri Dody.

Pada lokasi yang ditinjau, pembersihan rumah telah berlangsung selama 3 hari dengan kondisi kerusakan akibat lumpur yang cukup berat.

“Di sini masih ada beberapa bagian rumah yang belum selesai dibersihkan. Mudah-mudahan 1 sampai 2 hari ke depan bisa selesai dan masyarakat bisa memiliki kehidupan yang lebih layak,” kata Menteri Dody.

Secara keseluruhan, Kementerian PU menargetkan penanganan 23.000 titik untuk rumah dan kawasan permukiman di Aceh Tamiang diselesaikan melalui program padat karya. “Ini menjadi salah satu percontohan yang nanti akan kita duplikasi ke wilayah lainnya,” ujar Menteri Dody.

Selain penanganan rumah warga, program padat karya tunai di Aceh Tamiang juga telah menyelesaikan pembersihan saluran drainase dengan total panjang saluran yang ditangani mencapai 28.568 meter. Kegiatan tersebut melibatkan 16.353 tenaga kerja dengan total anggaran sebesar Rp2,45 miliar.

Menteri Dody mengimbau agar program padat karya tunai segera diperluas ke daerah lain yang terdampak akibat bencana, terutama kawasan yang mengalami sedimentasi dan endapan lumpur pada permukiman warga.

“Fokus utama memang di Aceh Tamiang karena dampaknya besar. Tetapi nanti juga akan ke Pidie Jaya dan beberapa daerah lain. Ada sekitar 10 kabupaten/kota di Aceh yang akan kita lakukan seperti ini, terutama wilayah yang terdampak lumpur di rumah-rumah warga,”  kata Menteri Dody.

Berita terkait

Pemko Sawahlunto Kembali Gulirkan Program Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

Pemko Sawahlunto Kembali Gulirkan Program Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto kembali menjalankan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) setelah sempat terhenti dalam dua tahun terakhir. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, melalui unggahan video di akun media sosial pribadinya.

Riswan Idris, Rafles
Menkop Ferry Juliantono Dilantik Menjadi Ketua Harian MES Periode 2026-2031

Menkop Ferry Juliantono Dilantik Menjadi Ketua Harian MES Periode 2026-2031

Jakarta - Spektroom : Struktur Pengurus baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2026-2031 atau 1447-1452 H resmi dikukuhkan. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional, dengan melibatkan tokoh-tokoh strategis dari pemerintah, dunia usaha, dan akademisi. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono ditetapkan sebagai Ketua Harian MES mendampingi Ketua

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Tegaskan Ekosistem Ekonomi Syariah Harus Menjadi Gerakan yang Kolaboratif

Menkop Tegaskan Ekosistem Ekonomi Syariah Harus Menjadi Gerakan yang Kolaboratif

Jakarta — Spektroom:  Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menegaskan pentingnya menjadikan ekonomi syariah sebagai gerakan kolaboratif yang inklusif. Menurutnya, sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mengakselerasi ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam agenda

Nurana Diah Dhayanti