Melalui PEKA Dorong Penerima Manfaat Menjadi Produktif Bukan Konsumtif
Jakarta - Spektroom : Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir, Imam Santoso, menyampaikan, program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir penerima manfaat dari konsumtif menjadi produktif.
“Kami mendorong penerima manfaat tidak hanya melihat manfaat yang diterima sebagai pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi dapat memanfaatkannya ke hal yang produktif guna membangun kemandirian ekonomi keluarga," katanya, secara tertulis, Sabtu (22/8/2026).
Melalui PEKA, ungkapnya, diberikan ruang bagi penerima manfaat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan melihat peluang yang dapat memberikan nilai tambah. Pemberdayaan penerima manfaat merupakan bagian penting membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Hal inilah yang diwujudkan BPJS Ketenagakerjaan melalui Program PEKA. Sejalan dengan semangat Hari Kemerdekaan untuk terus maju dan berdaya, BPJS Ketenagakerjaan menggelar Soft Launching Nasional PEKA yang dipusatkan di Bandung, pada Selasa lalu.
Peluncuran PEKA dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, dan Wali Kota Bandung yang diwakili Sekretaris Daerah Iskandar Zulkarnain, serta diikuti secara serentak di seluruh Indonesia.
Membawa semangat "Nilai Melampaui Perlindungan", program PEKA menjadi bukti, BPJS Ketenagakerjaan hadir tidak hanya saat memberikan manfaat, tapi hadir memberi pendampingan agar manfaat tersebut menjadi pijakan bagi pekerja dan keluarganya untuk bangkit, produktif, melanjutkan kehidupan secara mandiri.
Pemberdayaan itu sejalan dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto, khususnya upaya pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan melalui PEKA. Program itu menunjukkan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat serta pendampingan.
“Idenya luar biasa. PEKA berpotensi menumbuhkan tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru, sebagai soko guru perekonomian bangsa kita," ujarnya.
Sementara, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat mengungkapkan, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan manfaat tersebut memberikan kemandirian ekonomi jangka panjang bagi ahli waris.
“Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif," ucapnya.
Menurutnya, keberhasilan PEKA bukan semata diukur dari jumlah pelatihan maupun peserta, melainkan dari kemampuan penerima manfaat untuk menjadi produktif, memperoleh penghasilan, yang mandiri.
"Sebanyak 1.426 penerima manfaat mengikuti rangkaian kegiatan PEKA yang digelar serentak di 45 titik seluruh Indonesia. Pemberdayaan diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta serta potensi ekonomi di tiap daerah," imbuhnya.
Ia, mengungkapkan, bentuk pendampingan dapat berupa peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, digital marketing, content creator, kuliner/tata boga, kerajinan/handycraft, florist, barista, laundry, make up, menjahit, reseller, serta pelatihan usaha lainnya sesuai potensi daerah.
Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.