Membanggakan! Joan, Remaja 18 Tahun Asal Solo Siap Harumkan Indonesia di Miss Glam World 2026 India
Solo - Spektroom - Kebanggaan datang dari Kota Solo. Seorang remaja putri berusia 18 tahun, Ayu Nurlita Wesi Aji atau yang akrab disapa Joan, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih mewakili Indonesia dalam ajang kecantikan internasional Miss Glam World 2026 yang akan digelar di Kerala, India, pada 23 Juni 2026 mendatang.
Joan yang tinggal di Panularan, Kecamatan Laweyan, Solo, kini tengah mempersiapkan diri secara serius untuk menghadapi kompetisi bergengsi yang akan diikuti peserta dari 18 negara lintas benua tersebut.
Berbagai persiapan telah dijalani oleh gadis lulusan SMAN 7 Solo itu, mulai dari penguatan mental, pelatihan public speaking, hingga memperdalam kemampuan komunikasi berbahasa Inggris dan deep interview.
Dikonfirmasi Selasa (26/05/2026), Joan mengungkapkan bahwa pencapaiannya bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Ia telah menapaki perjalanan panjang di dunia pageant sejak tahun 2024 melalui berbagai ajang bergengsi tingkat daerah hingga nasional.
“Semua ini proses panjang. Saya mulai dari ajang putra putri Jawa Tengah, kemudian Putra Putri Pelajar Indonesia, hingga akhirnya kemarin saya mendapat second runner-up atau juara tiga di Miss Nusantara nasional,” ujar Joan dengan senyum penuh optimisme.
Prestasi sebagai Second Runner Up Miss Nusantara itulah yang kemudian mengantarkannya dipercaya menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Glam World International 2026.
“Kebetulan kemarin saya dapat second runner-up, saya juara tiga di nasional dan saya juga dipercaya untuk menjadi perwakilan Indonesia di Miss Glam World Internasional,” ungkapnya.
Menjadi peserta termuda di antara para kontestan yang rata-rata berusia di atas 20 tahun tidak membuat Joan gentar. Justru hal itu menjadi motivasi besar baginya untuk tampil maksimal membawa nama Indonesia.
Dengan semangat muda dan kepercayaan diri tinggi, Joan membawa misi sosial bertajuk “Bless to Be a Blessing” yang sejalan dengan visi Miss Glam World.
Advokasi tersebut fokus pada pemberdayaan perempuan (women empowerment) dan pentingnya kesetaraan gender di tengah tantangan era modern saat ini.
“Jadi kekuatan perempuan di era sekarang kan sering banget diremehin. Gender equality juga masih menjadi persoalan. Karena itu saya ingin menjunjung women empowerment,” kata Joan.
Tak hanya membawa pesan sosial, Joan juga bertekad memperkenalkan budaya Indonesia di panggung dunia melalui kostum tradisional yang mengangkat unsur kearifan lokal Nusantara.
Dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitar menjadi energi besar bagi Joan untuk terus melangkah mengejar impiannya. Ia pun menargetkan mampu membawa pulang gelar juara dan mengharumkan nama Indonesia di mata internasional.
Perjalanan Joan menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berprestasi dan membawa perubahan. Dari Solo untuk dunia, Joan kini siap melangkah percaya diri membawa Merah Putih di panggung kecantikan internasional.( Dan )