Membangun Madrasah Unggul Melalui Sinergi, Inovasi, dan Peningkatan Kompetensi Guru

Membangun Madrasah Unggul Melalui Sinergi, Inovasi, dan Peningkatan Kompetensi Guru
Peluncuran Simfoni GALATAMA pada kegiatan pembinaan kepala madrasah dan Guru di lingkungan Kankemenag Tikep oleh Kakanwil Kemenag Maluku Utara (Foto:Kemenag Tikep)

Tidore-Spekteoom : Komitmen membangun madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing terus diperkuat. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara melaksanakan Pembinaan Kepala Madrasah dan Guru di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan, Kamis (23/7/2026), bertempat di Aula Pondok Pesantren Harisul Khairaat Ome, Kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan pembinaan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara H. Yamin Latief Tjokra.

Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan H. Lukmanuddin Abd. Rahman, Kasi Pendidikan Islam Saleh Husen, para pejabat eselon IV, kepala madrasah, pengawas dan guru, di lingkungan Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan, H. Lukmanuddin Abd. Rahman, menegaskan bahwa sejarah peradaban Islam telah memberikan teladan bahwa kemajuan pendidikan lahir dari kebersamaan, inovasi, dan penghargaan terhadap para pendidik. Ia mencontohkan semangat persaudaraan yang dibangun Rasulullah SAW di Madinah, kecerdasan Zaid bin Tsabit dalam menghadirkan inovasi, hingga perhatian Khalifah Umar bin Khattab terhadap kesejahteraan para guru.

"Spirit inilah yang harus terus kita hidupkan dalam membangun madrasah di Kota Tidore Kepulauan. Mutu pendidikan tidak mungkin tumbuh tanpa kolaborasi yang kuat antara Kanwil, Kementerian Agama, madrasah, guru, pengawas, serta dukungan orang tua dan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Kementerian Agama juga terus menunjukkan keberpihakan terhadap peningkatan kesejahteraan guru, khususnya guru Raudhatul Athfal (RA), melalui kebijakan penambahan honorarium sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi mereka dalam mencetak generasi berkualitas.

Di bidang transformasi digital, guru-guru madrasah di Kota Tidore Kepulauan juga dinilai mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui penyusunan modul ajar berbasis Artificial Intelligence (AI).

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus melakukan evaluasi terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari peningkatan kompetensi guru, masih adanya sikap apatis sebagian tenaga pendidik terhadap pengembangan madrasah, keterbatasan jumlah pengawas, hingga pemerataan distribusi guru yang perlu terus dibenahi secara objektif dan profesional.

"Tantangan-tantangan ini harus kita hadapi bersama. Jangan menjadi penghalang, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus berbenah. Peningkatan mutu madrasah adalah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan komitmen seluruh elemen pendidikan," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan secara resmi meluncurkan SIMFONI GALATAMA (Sertifikasi dan Munaqasyah Hifdzil Qur'an Inovatif Gerakan Literasi Madrasah) sebagai salah satu inovasi unggulan dalam penguatan budaya literasi dan pembinaan tahfiz Al-Qur’an di madrasah.

Selain peluncuran program, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan insentif kepada guru honorer yang bertugas pada satuan pendidikan Raudhatul Athfal (RA). Tidak hanya itu, sebagai wujud nyata implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan inklusivitas, Kementerian Agama kota Tidore kepulauan juga menyerahkan bantuan kepada kaum disabilitas.

Berita terkait