Trending

Memikat Lidah Selandia Baru : Kisah Sukses "Nusantara Taste" di Wellington Food Show 2026

Memikat Lidah Selandia Baru : Kisah Sukses "Nusantara Taste" di Wellington Food Show 2026
Kuliner Indonesia perkuat akses pasar di Selandia Baru ( Foto KBRI Wellington )

Jakarta - Spektroom : Aroma rendang yang khas dan gurihnya ayam taliwang sukses memikat ribuan warga Selandia Baru dalam ajang Wellington Food Show 2026. Melalui paviliun bertajuk “Nusantara Taste”, produk kuliner Indonesia berhasil mencuri perhatian pengunjung yang memadati Hnry Stadium.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington dalam keterangan tertulis di kutip Jumat (4/9/2026) menyatakan kolaborasi apik dengan para pelaku usaha diaspora ini menjadi jembatan diplomasi ekonomi yang efektif. Diperkirakan sekitar 8.000 pengunjung memadati pameran tahunan tersebut selama tiga hari penyelenggaraan.

Strategi interaksi langsung melalui free product tasting dan sampling menjadi magnet utama. Pengunjung tidak hanya sekadar melihat kemasan, tetapi bisa langsung mencecap kekayaan rasa autentik Indonesia yang belum pernah mereka temui sebelumnya.

Sentuhan Cokelat hingga Kuliner Siap Santap

Daya tarik utama "Nusantara Taste" ditopang oleh kontribusi nyata para pelaku usaha diaspora Indonesia yang gigih mengembangkan pasar di Selandia Baru. Salah satunya adalah Doea Dwipa Limited yang memboyong produk cokelat premium melalui merek Embassy Chocolate dan Tulip Chocolate.

Foto KBRI Wellington

Dengan sertifikasi Kosher dan Halal yang dikantonginya, produk baking chocolate ini sukses menarik minat para pencinta kuliner lokal, baik untuk dipadukan dengan buah segar maupun diolah menjadi minuman hangat.

Bagi pengunjung yang mencari hidangan berat, Java Foodtruck yang dikelola oleh A B Food Services Wellington Limited menjadi primadona di booth 062. Dengan ruang pameran seluas 6,28 meter persegi, mereka menyajikan menu andalan seperti rendang dan ayam taliwang lengkap dengan pilihan sambal ijo serta sambal merah.

Foto KBRI Wellington

Hidangan ini mendapat respons yang sangat positif, baik dari warga lokal yang sudah familier dengan masakan Indonesia maupun mereka yang baru pertama kali mencobanya.

Produk Rumahan yang Naik Kelas

Tidak kalah bersaing, produk kemasan harian Indonesia juga unjuk gigi lewat Nusantara Trading Limited. Distributor retail ini memperkenalkan camilan legendaris seperti keripik singkong Kusuka rasa balado yang dinilai pengunjung memiliki potensi besar sebagai alternatif camilan baru di luar keripik kentang tradisional.

Foto KBRI Wellington

Bagi pengunjung anak-anak, biskuit Marie Regal yang dipadukan dengan lelehan cokelat cair menjadi rebutan selama sesi tasting. Sementara itu, permen Kopiko terbukti menjadi produk yang paling mudah dikenali karena rekam jejak distribusinya yang kuat di pasar internasional, khususnya di kawasan Asia.

Diplomasi Ekonomi Berbasis Komunitas

Bagi KBRI Wellington, partisipasi dalam ajang bergengsi ini bukan sekadar ajang pameran biasa. Ini adalah langkah strategis untuk menghubungkan diplomasi negara dengan geliat nyata UMKM diaspora di lapangan. Lewat interaksi retail langsung ini, didapatkan data berharga mengenai preferensi dan selera pasar Selandia Baru.

Melalui kesuksesan "Nusantara Taste", KBRI Wellington berkomitmen untuk terus memanfaatkan berbagai platform promosi serupa. Langkah ini diharapkan mampu memperluas pengenalan kuliner nusantara, memperkuat jaringan pengusaha diaspora, sekaligus membuka akses pasar yang jauh lebih besar bagi produk pangan Indonesia di Selandia Baru di masa depan.

Berita terkait

Menkop Dorong Koperasi Masjid dan BKPRMI Jadi Penggerak Ekonomi Umat Baru

Menkop Dorong Koperasi Masjid dan BKPRMI Jadi Penggerak Ekonomi Umat Baru

Jakarta — Spektroom : Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Ia secara khusus mendorong agar koperasi berbasis masjid dapat segera direalisasikan dan dikelola langsung oleh organisasi kemasyarakatan seperti Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Menurutnya, masjid tidak hanya

Nurana Diah Dhayanti