Menakar Peluang dan Manfaat AI bagi Kampus dan UMKM
Sleman – Spektroom : Kecerdasan buatan (AI) dinilai bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi menjadi kebutuhan yang perlu dipahami dan dimanfaatkan oleh dunia pendidikan maupun pelaku usaha.
Pemanfaatan AI secara tepat diyakini dapat meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, sekaligus memperkuat daya saing di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.
Hal tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk “Transformasi Berbasis AI: Pemberdayaan Dunia Kampus dan UMKM Menuju Daya Saing Global” yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, STIE SBI Yogyakarta, dan Indosat di Pendopo Parasamya Sleman, Kamis (10/9/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, mengatakan AI perlu dipahami dan dimanfaatkan secara bijak, termasuk oleh pelaku UMKM untuk mendukung promosi, riset pasar hingga pengembangan ide produk.
“Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna AI, tetapi harus mampu memahami, mengendalikan, dan mengarahkan pemanfaatannya,” ujarnya.
Pimpinan STIE SBI Yogyakarta, Saifudin Zuhri, menekankan pentingnya transformasi dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diarahkan agar memberikan manfaat dan mendorong pengembangan kapasitas, bukan justru menciptakan ketergantungan.
“Bagaimana agar teknologi ini menjadi manfaat dan bukan masalah, bukan membuat kita tergantung, tetapi justru membuat kita berkembang,” katanya.
Seminar menghadirkan Branch Sales Manager IM3 Indosat Ooredoo Hutchison Agung Pranantyo, Dosen Komunikasi Bisnis STIE SBI Maria Kumalasanti, serta Google Developer Group Co-Organizer Christian Zamorano Setiawan.
Kegiatan diisi talkshow mengenai pemanfaatan AI untuk produktivitas dan tantangan karier masa depan, serta workshop The Art of Prompting: Unlocking Gemini AI for Smarter Studying.
Dalam talkshow, peserta membahas penggunaan AI oleh mahasiswa tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis, pemanfaatan AI di dunia kerja, peluang dan tantangan bisnis, serta persiapan karier dan usaha di era AI.
Sementara workshop memberikan pembekalan mengenai prompting framework untuk riset, pembelajaran dan pemecahan masalah, strategi deep research menggunakan Gemini, serta penyusunan workflow AI untuk menghasilkan konten akademik yang berkualitas.
Sebelum kegiatan dimulai, STIE SBI Yogyakarta dan Indosat juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari penguatan kolaborasi di bidang pemanfaatan teknologi.
Ketua Umum Kadin Kabupaten Sleman, Yudi Prihantana, mengatakan sinergi pemerintah, dunia usaha dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk mempercepat pemanfaatan AI, terutama di sektor UMKM.
Hal ini dinilai penting mengingat jumlah UMKM di Sleman mencapai sekitar 110 ribu.
“AI bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi suatu keharusan. Kalau tidak dimulai hari ini, kita bisa tertinggal,” katanya.
Yudi menambahkan, Kadin Sleman membuka peluang kolaborasi serupa dengan perguruan tinggi lainnya. Agenda berikutnya direncanakan digelar bersama Universitas Teknologi Yogyakarta pada 17 September mendatang.