Menanti Dua Laga Panas, Demam Piala Dunia Menyatukan Malam di Ternate

Menanti Dua Laga Panas, Demam Piala Dunia Menyatukan Malam di Ternate
Pendukung Argentina bersiap sejak sore menanti laga Semi final Piala dunia. (Foto : Samin Hamudu).

Ternate – Spektroom
Saat malam mulai turun di Kota Ternate, hiruk pikuk tak langsung mereda. Justru ketika jarum jam bergerak menuju dini hari, denyut kehidupan bergeser ke satu tempat:

Taman Film Benteng Oranje. Di lokasi yang disulap menjadi Kampung Piala Dunia 2026 itu, ratusan pasang mata terpaku pada layar raksasa, menyaksikan pertandingan sepak bola yang berlangsung ribuan kilometer jauhnya di Amerika Serikat.

Bagi masyarakat Ternate, sepak bola bukan sekadar olahraga. Ia telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Anak-anak, remaja, hingga orang tua rela mengorbankan waktu istirahat demi mendukung tim favorit mereka sejak fase grup hingga kini memasuki babak semifinal.

Antusiasme semakin memuncak setelah laga perempat final terakhir mempertemukan Argentina dan Swiss. Kemenangan Argentina 3-1 memastikan tersajinya dua duel bergengsi di semifinal: Prancis melawan Spanyol serta Inggris menghadapi Argentina.

Dua pertandingan itu kini menjadi topik utama di warung kopi, pelabuhan, pasar, hingga sudut-sudut permukiman. Perdebatan tentang siapa yang akan melaju ke final berlangsung hangat, namun tetap dibalut suasana kekeluargaan.

Samiun, warga Dofa, Kabupaten Kepulauan Sula, mengaku tak pernah berpaling dari tim Matador.

"Sebagai pendukung Spanyol saya tetap menjagokan Spanyol karena permainan mereka cepat, umpan-umpannya akurat, dan serangan baliknya sangat sulit dihentikan," katanya penuh keyakinan.

Di sisi lain, Chaca datang dengan keyakinan berbeda. Baginya, Argentina memiliki semua syarat untuk kembali melangkah ke partai puncak.

0:00
/0:31

Semi final piala dunia malam nanti bakal berlangsung seru, Siapa yang akan menang (Foto : Samin Hamudu).

"Saya sejak awal menjagokan Messi. Selain punya mental juara, Argentina juga dikenal sebagai tim tangguh dalam sejarah sepak bola dunia," ujarnya.

Meski berbeda pilihan, keduanya sepakat bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan. Chaca pun mengajak seluruh pencinta sepak bola di Ternate menjaga suasana tetap aman saat semifinal hingga final berlangsung.

"Pendukung pasti akan semakin banyak. Karena itu kita harus menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan agar semua bisa menikmati pertandingan bersama," pesannya.

Kini, Ternate kembali bersiap begadang. Dini hari nanti, layar di Benteng Oranje akan kembali menyala. Sorak-sorai, tepuk tangan, dan mungkin juga rasa kecewa akan kembali mengisi udara malam.

Namun lebih dari sekadar mencari siapa yang terbaik di dunia, Piala Dunia 2026 telah menghadirkan sesuatu yang lebih berharga bagi masyarakat Ternate: ruang kebersamaan, tempat rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit, sementara persaudaraan tetap bertahan jauh setelah peluit panjang dibunyikan.

Berita terkait