Menelusuri Jejak Sejarah di Madinah, 354 Jamaah Kloter 15 Ikuti City Tour Penuh Makna

Menelusuri Jejak Sejarah di Madinah, 354 Jamaah Kloter 15 Ikuti City Tour Penuh Makna
Jemaah haji kloter 15 asal Maluku Utara saat melakukan city tour (Foto:Kloter 15)

Madinah-Spektroom : Sebanyak 354 jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 15 mengikuti kegiatan city tour di Kota Madinah sebagai bagian dari rangkaian ibadah dengan mengunjungi sekaligus ziarah sejarah Islam, Senin (4/5/2026).

Destinasi sejarah yang dikunjungi meliputi kebun kurma, Masjid Quba, Masjid Kiblatain, serta kawasan Jabal Uhud.
Kunjungan pertama dilakukan ke kebun kurma, di mana jamaah tidak hanya melihat langsung proses budidaya kurma, tetapi juga memperoleh informasi mengenai manfaat dan keutamaan buah yang disebut dalam Al-Qur'an tersebut.

Setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam.
Perjalanan dilanjutkan ke Masjid Kiblatain, dan destinasi berikutnya adalah Jabal Uhud, sebuah lokasi bersejarah yang menjadi saksi peristiwa Perang Uhud.
Di kawasan ini, jamaah diajak untuk mengenang perjuangan para sahabat, termasuk para syuhada yang dimakamkan di sekitar area tersebut.

Dari total jamaah Kloter 15, sebanyak 25 orang tidak dapat mengikuti city tour. Hal ini disebabkan oleh kondisi kesehatan serta faktor usia lanjut (lansia), yang disarankan untuk tetap berada di tempat istirahat demi menjaga keselamatan dan kenyamanan.

Secara keseluruhan, kegiatan city tour ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat spiritual yang besar bagi jamaah. Diharapkan pengalaman ini dapat memperkuat keimanan serta menambah wawasan sejarah Islam bagi seluruh peserta yang terlibat.

Berita terkait

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamuddin: UMKM Terancam Jadi Penonton Jika Negara Terlambat Berbenah

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamuddin: UMKM Terancam Jadi Penonton Jika Negara Terlambat Berbenah

Makassar-Spektroom:Ketika pemerintah terus mengejar investasi dan pembangunan proyek-proyek besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi, ada satu sektor yang justru menentukan daya tahan ekonomi Indonesia namun kerap belum memperoleh perhatian yang sepadan: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) sekaligus Asisten Direktur

Yahya Patta, Buang Supeno
ссс