Trending

Menembus Bukit Kanekes: Perjuangan RRI Siarkan Pemilu Perdana Suku Baduy

Menembus Bukit Kanekes: Perjuangan RRI Siarkan Pemilu Perdana Suku Baduy
Gedung eks-poliklinik di Pendopo Gubernur (Jl. Veteran No.3, Kotabaru, Serang) merupakan saksi bisu tempat pertama kalinya pemancar dan studio RRI Banten beroperasi. ( Foto : Spektroom )

Jakarta - Spektroom : Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) berhasil mencatatkan sejarah penyiaran. RRI menyiarkan secara langsung (live) partisipasi perdana warga Suku Baduy dalam Pemilu Presiden pada. 9 April 2009. Liputan ini berhasil terlaksana di tengah minimnya infrastruktur telekomunikasi digital di wilayah geografis Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten yang berbukit.

Andalkan Teknologi OB Van Perintis

Untuk mengatasi keterbatasan sinyal, RRI mengerahkan Mobil Outside Broadcast (OB) Van Perintis milik RRI Jakarta. Kendaraan taktis ini berfungsi sebagai stasiun pemancar mini berjalan yang diparkir di batas luar wilayah adat

Dilengkapi dengan genset mandiri, tiang antena hidrolik, mixer audio, dan perangkat pemancar satelit/radio link frekuensi tinggi, kendaraan ini yang ditangani oleh Almarhum Dedi Arif ( Driver dan Teknik Siaran Luar ) sukses mengirimkan suara reporter langsung ke ruang kontrol studio RRI di Posko Pemilu, Pendopo Gubernur Banten, Serang.

Laporan Langsung dari TPS Baduy

Suasana unik dan antusiasme tinggi terlihat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Desa Kanekes. Ratusan warga Baduy Luar tampak mengantre tertib mengenakan pakaian adat khas mereka, baju hitam dengan ikat kepala biru, untuk menyalurkan hak pilih mereka pertama kalinya.

"Hari ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya warga Suku Baduy ikut berpartisipasi aktif mencoblos dalam pesta demokrasi," ujar reporter RRI, Heriyoko, langsung dari lokasi penyerahan suara di kawasan Baduy.

Jejak Sejarah RRI Banten di Eks-Poliklinik

Keberhasilan siaran pemilu ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Banten yang menyediakan studio mini di kompleks Pendopo Gubernur Banten. Lokasi ini memiliki nilai historis yang tinggi bagi RRI Banten.

Gedung eks-poliklinik di dalam kawasan Pendopo Gubernur (Jl. Veteran No.3, Kotabaru, Serang) merupakan saksi bisu tempat pertama kalinya pemancar dan studio RRI Banten beroperasi. Perjalanan RRI Banten dimulai sejak provinsi ini memisahkan diri dari Jawa Barat:

Tahun 2008 : Rencana siaran lokal dimatangkan saat persiapan MTQ Tingkat Nasional. Tim teknik RRI Jakarta melakukan survei ke gedung eks-klinik tersebut.

Infrastruktur Awal : Tim mendirikan antena FM setinggi 18 meter dan memasang perangkat studio darurat bekas pakai dari RRI Jakarta.

Siaran Perdana : Modulasi suara dari Programa 1 RRI Jakarta pertama kali dipancarkan secara lokal untuk wilayah Serang melalui frekuensi FM 94,9 MHz.

Dari ruangan klinik kecil di lingkungan pendopo tersebut, layanan informasi publik RRI di Banten terus berkembang. Statusnya bertahap naik dari Studio Produksi (SP) hingga kini resmi menjadi Satuan Kerja (Satker) Tipe C mandiri dengan gedung operasional baru di Jalan Kolonel Tubagus Suwandi.

Berita terkait

Sektor Komunikasi Pastikan TTMD Desa Sembung, Batang Berjalan Lancar

Sektor Komunikasi Pastikan TTMD Desa Sembung, Batang Berjalan Lancar

Batang-Spektroom: Di balik kesibukan personel Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), ada Kopda Andi yang memastikan komunikasi tetap terhubung. Aktivitas pembangunan di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, tidak hanya diisi pekerjaan fisik.  Anggota Perhubungan (Hub) Kodim 0736/Batang tersebut bertugas mempersiapkan peralatan komunikasi untuk mendukung kegiatan TMMD

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Cegah Pencemaran Air Tanah, Respati Perluas Program Smart Sanitation di Solo

Cegah Pencemaran Air Tanah, Respati Perluas Program Smart Sanitation di Solo

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta Respati Ardi berencana memperluas program Smart Sanitation untuk meningkatkan pengelolaan air limbah domestik sekaligus mengurangi risiko pencemaran air tanah. Program berbasis teknologi Aquonic ini mengolah air limbah rumah tangga agar dapat digunakan kembali untuk kebutuhan nonkonsumsi. Respati mengatakan, program tersebut menjadi salah satu solusi menghadapi

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas