Menembus Pelosok Flores, JHL Foundation Bawa Kasih untuk Korban Gempa
Jakarta - Spektroom: Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih akibat gempa Flores, perhatian dan kepedulian terus berdatangan. Salah satunya dari Tim Relawan Jerry Hermawan Lo Foundation (JHL Foundation) yang masih menyusuri wilayah-wilayah terdampak untuk memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan.
Pada Minggu (30/8/2026), perjalanan kemanusiaan itu berlanjut ke Rumah Jabatan Bupati Manggarai Timur. Tim relawan JHL Foundation diterima langsung Bupati Manggarai Timur Andreas Agas.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan apresiasi atas kepedulian JHL Foundation melalui program JHL Merah Putih Kasih kepada masyarakat yang terdampak gempa Flores pada 15 Agustus 2026. Andreas Agas mengaku bersyukur karena banyak pihak dari luar daerah yang datang membawa bantuan bagi warganya.
“Saya Andreas Agas, mengucapkan terima kasih kepada JHL Foundation yang sudah datang membagi kasih, membagi kepedulian kepada masyarakat kami,” ujarnya.
Bagi Agas, bantuan yang datang bukan sekadar logistik. Di tengah situasi sulit, kehadiran relawan menjadi pesan bahwa warga terdampak tidak berjalan sendirian.
Ia pun mendoakan agar kepedulian JHL Foundation dibalas dengan keberkahan.
“Semoga Tuhan selalu memberkati JHL Foundation,” katanya.
Apresiasi tersebut disambut Pembina JHL Foundation, Jerry Hermawan Lo. Menurutnya, kemanusiaan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan kepentingan lainnya.
Bagi Jerry, membantu warga Flores yang terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. Karena itu, perhatian kepada mereka yang berada di wilayah terdampak harus terus diberikan, terutama kepada masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota.
“Rasa kemanusiaan itu jauh lebih berharga dari apa pun,” ungkapnya.
Perjalanan relawan JHL Foundation di Flores pun belum berakhir. Berdasarkan laporan tim di lapangan, penyaluran bantuan telah memasuki hari kesebelas.
Semakin jauh perjalanan ditempuh, semakin besar pula tantangannya. Masih terdapat warga di pelosok yang belum tersentuh bantuan dan harus didatangi secara langsung.
Sejumlah wilayah masih menghadapi keterbatasan listrik, sementara jaringan komunikasi dan sinyal telepon juga sulit dijangkau.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah para relawan. Jalan panjang, medan yang sulit, hingga keterbatasan komunikasi justru menjadi alasan untuk terus bergerak.
Sebab bagi mereka, bantuan kemanusiaan bukan sekadar tentang apa yang dibawa. Lebih dari itu, ada pesan yang ingin disampaikan kepada warga Flores: di tengah bencana, masih ada tangan-tangan yang datang membawa kepedulian dan harapan.