Mengenal Diri dan Menata Hati, LPP Kelas III Ternate Ikuti Pelatihan Etika dan Moralitas bersama YPMBPBI

Mengenal Diri dan Menata Hati, LPP Kelas III Ternate Ikuti Pelatihan Etika dan Moralitas bersama YPMBPBI
Pelaksanaan Pelatihan Etika dan Moralitas bersama YPMBPBI di LPP Ternate (Foto:LPP Ternate)

Ternate-Spektroom : Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Agustina beserta seluruh pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan mengikuti Pelatihan Etika dan Moralitas "Who Am I" yang diselenggarakan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia (YPMBPBI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kamis Sore (16/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pembinaan kepribadian melalui pengenalan diri, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai etika dan moral di lingkungan Lapas Perempuan Kelas III Ternate, bertempat di Aula Kirani LPP Ternate.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Agustina, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Ketua YPMBPBI Erina Wongso beserta tim.
Ia juga menegaskan bahwa pembinaan di pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan moral sebagai bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.

"Saya mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sebagai momentum introspeksi dan perubahan menuju pribadi yang lebih baik," ujar Agustina.

Sementara Ketua YPMBPBI, Erina Wongso, menyampaikan bahwa pendidikan moralitas telah dilaksanakan sejak tahun 2013 di berbagai Lapas dan Rutan di Indonesia sebagai bagian dari pembinaan karakter.
Materi yang diberikan berfokus pada pembentukan budi pekerti melalui penguatan lima hubungan dasar manusia, yaitu hubungan orang tua dan anak, atasan dan bawahan, suami dan istri, persaudaraan, serta pertemanan sebagai fondasi kehidupan yang harmonis dan bermartabat.

Dalam menyampaikan materi "Who Am I", peserta diajak untuk mengenali jati diri, mengendalikan ego, serta membangun kebiasaan sederhana yang mencerminkan etika dan penghormatan kepada sesama, seperti membiasakan memberi salam, menghargai orang lain, serta melakukan introspeksi diri sebagai langkah awal menuju perubahan positif. Ibu Erina Wongso juga mengingatkan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas perjalanan hidupnya masing-masing, yang dianalogikan dengan "sepeda ke surga tidak ada boncengan", sehingga setiap orang harus terus berusaha memperbaiki diri, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan tidak bergantung pada orang lain dalam menjalani proses perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Pemateri Erina Wongso juga menekankan pentingnya menumbuhkan tabungan kebaikan melalui sikap tulus, rendah hati, disiplin, rasa syukur, kesabaran, serta konsistensi dalam melakukan perbuatan baik. Beliau mengajak seluruh peserta untuk "Rendahkanlah hatimu serendah-rendahnya sampai orang lain tidak dapat merendahkanmu", sebagai wujud kerendahan hati yang mampu mengendalikan ego, membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, serta membentuk pribadi yang berintegritas dan berbudi pekerti luhur.

Melalui pelatihan ini diharapkan pegawai maupun Warga Binaan mampu memperkuat kesadaran diri, meningkatkan kualitas hubungan dengan sesama, serta mengimplementasikan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari proses pembinaan menuju perubahan perilaku yang lebih baik.

Berita terkait

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Ambon-Spektroom : Ketua DPD Partai Perindo Kota Ambon, Patrick Moenandar, meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 pada kategori Dampak Sosial Terbesar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfat bagi masyarakat. Penghargaan diterima dalam ajang apresiasi yang digelar Partai Perindo sebagai bentuk pengakuan terhadap

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru