Trending

Menghitung Asa Bersama Diaspora demi Tiket Piala Dunia

Menghitung Asa Bersama Diaspora demi Tiket Piala Dunia

Oleh : Heriyoko - Jurnalis Spektroom

Jakarta - Spektroom : Gegap gempita Piala Dunia 2026 di Amerika membuat pencinta sepak bola nasional bertanya. Dengan ratusan juta penduduk, mengapa Indonesia belum mampu menghasilkan 11 pemain kelas dunia?

Jawabannya terletak pada akar rumput sepak bola yang masih tertinggal.

Sekolah Sepak Bola (SSB) di berbagai daerah masih jauh dari kata ideal. Minimnya sarana lapangan, sedikitnya pelatih bersertifikat, dan fasilitas yang belum merata membuat pembinaan bakat tersendat.

Kompetisi lokal pun kerap diwarnai masalah teknis, jadwal berubah-ubah, dan tata kelola yang kurang profesional. Akibatnya, pembentukan teknik dasar bagi pemain usia dini tidak berjalan matang.

Mencetak pemain kelas dunia dari nol membutuhkan perbaikan sistem total, investasi pembinaan usia dini, dan kompetisi yang sehat. Memperbaiki ekosistem ini butuh waktu bertahun-tahun.

Untuk menyiasati masalah tersebut, pemerintah dan PSSI memilih jalan percepatan melalui naturalisasi. Langkah ini diambil bukan untuk mematikan potensi lokal, melainkan untuk memberikan lonjakan prestasi jangka pendek.

Profil Pemain Keturunan yang Dinaturalisasi

Rapat Paripurna DPR RI pada 30 Juni 2026 telah menyetujui proses naturalisasi dua pemain sepak bola keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Kedua pemain keturunan asal Australia ini merupakan pilihan langsung dari pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, untuk memperkuat lini serang skuad Garuda.

1. Mitchell Baker

Penyerang Tengah (Striker) bermain untuk Georgetown University di liga kampus Amerika Serikat Georgetown University Athletics.

Asal Keturunan: Darah Indonesianya berasal dari pihak ibu yang memiliki garis keturunan dari Yogyakarta dan Semarang.

2. Luke Vickery

Penyerang Sayap (Winger) bermain untuk Macarthur FC di liga Australia.

Asal Keturunan: Lahir di Hawaii, Amerika Serikat, dan pernah membela timnas Australia U-19. Darah Indonesianya berasal dari sang nenek yang lahir di Medan

Keduanya disiapkan untuk tampil di Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Selain itu, FIFA Series, Piala Asia 2027, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030

Diharapkan langkah ini memberi dampak positif, asalkan terus diimbangi dengan perbaikan total pembinaan usia muda.

Kombinasi talenta lokal dan pengalaman diaspora menjadi jembatan agar prestasi sepak bola Indonesia bisa terus bersinar secara berkelanjutan di masa depan.

Berita terkait

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Kemendukbangga/ BKKN Maluku Utara Siap Berkolaborasi Dengan Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha

Kemendukbangga/ BKKN Maluku Utara Siap Berkolaborasi Dengan Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha

Ternate-Spektroom : Plt. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, S.Sos, menghadiri malam perkenalan Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, SE., M.M., yang digelar di Ball Room Gamalama Bella Hotel Ternate,

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru