Meningkatnya Jumlah Lansia di Maluku Utara, BKKBN Perkuat Program Lansia Berdaya
Sofifi–Spektroom : Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Provinsi Maluku Utara mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, persentase penduduk lansia mencapai 8,58 persen, yang didominasi oleh kelompok kelahiran tahun 1946–1964.
Meski belum masuk dalam kategori ageing population, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sudah mendekati ambang batas 10 persen yang menjadi indikator suatu daerah memasuki fase penuaan penduduk.
Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu, kepada Spektroom Sabtu (16/5/2026), mengatakan bahwa BKKBN terus memperkuat berbagai program untuk menjawab tantangan meningkatnya jumlah lansia di Maluku Utara.
“Lansia juga menjadi perhatian penuh BKKBN Maluku Utara. Saat ini kami sudah gencar menjalankan Program Sidaya, Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Sekolah Lansia,” ujar Ansar.Lebih lanjut, Ansar menjelaskan bahwa saat ini Sekolah Lansia telah dibentuk di setiap kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara.
Menurutnya, Sekolah Lansia bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendidikan nonformal yang berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu menjadikan lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan berdaya dalam menjalani masa tua.
“Terbaru, kami sudah mewisuda Para Lansia di Sekolah Lansia di Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Timur. Ini merupakan implementasi nyata dari Program Lansia Berdaya,” tambahnya.
Ia juga berharap seluruh OPD KB kabupaten/kota se-Maluku Utara dapat bersama-sama menyukseskan Program Sidaya, Bina Keluarga Lansia, dan Sekolah Lansia sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan lansia.
Selain itu, Program Lansia Berdaya ke depan juga akan difokuskan di Kampung Keluarga Berkualitas sesuai arahan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji. “Program Lansia Berdaya nantinya akan menjadi salah satu lokus kegiatan di Kampung Keluarga Berkualitas di Maluku Utara,” tutup Ansar.