Menteri Dody Dorong Percepatan Normalisasi Waduk Muara Nusa Dua

Menteri Dody Dorong Percepatan Normalisasi Waduk Muara Nusa Dua
Menteri Dody dalam.kunjungan ke Waduk Muara Nusa Dua melihat langsung percepatan normalisasi ( foto: birkom pu)

Spektroom - Sebagai salah satu upaya mitigasi untuk mencegah bencana banjir berulang di Provinsi Bali, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan normalisasi Waduk Muara Nusa Dua yang berada di Sungai Badung.

Menteri Dody mengatakan selain curah hujan tinggi dan air pasang yang menyebabkan air sungai sulit mengalir ke laut, banjir yang melanda Provinsi Bali pada 10 September 2025 lalu juga diakibatkan tingginya sedimentasi Waduk Muara Nusa Dua yang menyebabkan meningkatnya ketinggian air sungai serta penumpukan sampah dalam jumlah besar di sungai.

"Waduk ini ketinggian airnya juga sudah sangat tinggi yang menunjukkan sedimentasinya sudah sangat tinggi, jadi harus segera dikeruk," kata Menteri Dody saat meninjau Waduk Muara Nusa Dua.

Waduk Muara Nusa Dua melihat proses pengerukan sedimen di Waduk tersebut ( foto: birkom pu)

Menteri Dody mengatakan BWS Bali  akan berdiskusi dengan pemerintah daerah setempat mengenai proses pengerukan sedimen di Waduk Muara Nusa Dua ini, terutama untuk tempat pembuangan sedimennya.

"Kita harus diskusi dengan Gubernur dan Bupati setempat dulu mau dibuang kemana sedimennya agar tidak mengusik lingkungan. Proses pengerukan bisa sampai sekitar satu tahun karena sedimennya bisa mencapai ratusan ribu kubik dan tidak mungkin kita buang semua ke TPA Suwung,"kata Menteri Dody dalam siaran pers nya, Minggu (21/9/2025)

Selain itu, Menteri Dody juga berharap pemerintah daerah juga dapat melakukan langkah-langkah agar masyarakat berhenti membuang sampah ke sungai. Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) dapat menyaring hingga sekitar 60 ton sampah per hari dari Waduk Muara Nusa Dua.

"Bisa dilihat di sini ada tumpukan sampah yang menjadi salah satu penyebab banjir kemarin, selain hujan lebat dan  air pasang pada saat yang sama. Sampah ini masalah besar yang menghambat aliran sungai dan harus segera diatasi," ujarnya.

Berita terkait

Polres Sawahlunto Matangkan Operasi Sikat Singgalang 2026, Wakapolres Tekankan Profesionalisme Personel

Polres Sawahlunto Matangkan Operasi Sikat Singgalang 2026, Wakapolres Tekankan Profesionalisme Personel

Sawahlunto–Spektroom: Kepolisian Resor (Polres) Sawahlunto mematangkan kesiapan personel menjelang pelaksanaan Operasi Sikat Singgalang 2026 melalui kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpra) yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Sawahlunto Kompol Riswan Lukpi, S.H., M.H. di Ruang Rupatama Tatag Trawang Tungga Polres Sawahlunto, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul

Riswan Idris, Rafles
Doni Oskaria Hibahkan 19 Hektare Tanah untuk Sekolah Rakyat, Bupati Eka Putra: Keteladanan yang Luar Biasa

Doni Oskaria Hibahkan 19 Hektare Tanah untuk Sekolah Rakyat, Bupati Eka Putra: Keteladanan yang Luar Biasa

Tanah Datar–Spektroom : Kepala BP Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan COO Danantara, Doni Oskaria bersama keluarga besarnya menghibahkan lahan seluas 19 hektare kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Lahan yang berada di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru itu akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR), program strategis pemerintah

Riswan Idris, Rafles
Bupati Annisa Perjuangkan Revitalisasi 53 Sekolah dan Sekolah Nasional Terintegrasi untuk Dharmasraya

Bupati Annisa Perjuangkan Revitalisasi 53 Sekolah dan Sekolah Nasional Terintegrasi untuk Dharmasraya

Jakarta–Spektroom : Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, terus mengintensifkan upaya memperkuat sektor pendidikan dengan mengusulkan revitalisasi 53 sekolah serta pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata. Usulan tersebut

Riswan Idris, Rafles
Kemenkum Sumbar Serap Aspirasi Perkumpulan HAKAN Terkait Status Anak Berkewarganegaraan Ganda

Kemenkum Sumbar Serap Aspirasi Perkumpulan HAKAN Terkait Status Anak Berkewarganegaraan Ganda

Padang-Spektroom : Masa depan status hukum anak-anak hasil perkawinan campuran kini menjadi perhatian serius dari jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat (Kemenkum Sumbar). Melalui jalinan komunikasi yang inklusif dan humanis, Kanwil membuka pintu dialog dengan menyambut hangat kunjungan audiensi dari Perkumpulan Harapan Keluarga Antar Negara (HAKAN) guna membahas berbagai kendala

Rafles