Menteri Dody Minta ASN Muda PU Lebih Santun Menyikapi Program Prioritas Prabowo
Jakarta - Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) muda Kementerian PU lebih santun menyikapi dan berkomentar terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Arahan itu berkaitan dengan dipanggilnya beberapa hari lalu dua ASN Kementerian PU yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri karena diduga bermasalah.Salah satu ASN diduga terlibat kasus suap saat menjalani pendidikan di Jepang. Sementara ASN lainnya yang berkuliah di London diduga melakukan pelanggaran etik, termasuk kerap memamerkan gaya hidup atau flexing hingga menghina program prioritas pemerintah, yaitu MBG.
Dody sejatinya tidak melarang mereka yang ingin flexing, tetapi jangan menjadi ASN bila ingin melakukannya. Ia mengingatkan kalau mereka digaji menggunakan pajak dari masyarakat. Kalau mau flexing boleh, tapi jangan jadi ASN," katanya berita yang diterima Spektroom ,Minggu (24/5/2026)
Menurut Dody, para ASN muda ini tidak berhak menghina MBG jika mereka tidak mengerti secara detail dari program tersebut yang tujuannya pengentasan stunting."Tolong jangan menghina program prioritas pemerintah kecuali adik-adik mengerti dengan detail, apa sih maksudnya Presiden bikin makan bergizi gratis? Mengerti dengan detail loh ya, bukan hanya sekadar ngerti-ngertian," ujar Dody.
Pernah tahu enggak itu (MBG) ada upaya untuk pengetasan stunting? Ujung-ujungnya cuma satu, bagaimana Indonesia Emas 2045 bisa benar-benar terwujud," jelasnya.
Dody pernah menjelaskan ASN yang diduga menerima suap telah dipanggil aparat penegak hukum untuk menjalani pemeriksaan. Namun, ia mengaku belum mengetahui perkembangan lebih lanjut dari proses tersebut."Yang satu dipanggil karena masalah suap. Kemudian dipanggil oleh APH. Kita menjembatani doang. Saya enggak tahu seperti apa hasilnya," ujarnya