Menteri Dody Tinjau Progres Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

Menteri Dody Tinjau Progres Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang
Menteri PU saat meninjau Huntara di Aceh Tamiang (birkom pu)

Spektroom - Menteri Pekerjaan Umum ( PU) Dody  Hanggodo  meninjau  Progres Pembangunan hunian sementara ( Huntara)  di Aceh Tamiang. Pembangunan huntara bagi masyarakat terdampak bencana di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang. menjadi wujud perhatian Pemerintah dalam memberikan tempat tinggal yang layak, aman, dan lebih manusiawi bagi warga yang sebelumnya harus bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan keterbatasan ruang dan fasilitas.

Menteri Dody menegaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen penuh dalam mendukung penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, nantinya juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” kata Menteri Dody, Jumat (2 1/2025)

Huntara sebagian sudah jadi + birkom pu)

Pembangunan huntara di Aceh Tamiang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU bekerja sama dengan BUMN Karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Progres pembangunan berjalan cepat, dari tahap pekerjaan pondasi hingga atap modular.

Deputi Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan mengapresiasi kualitas dan kecepatan pembangunan huntara tersebut. “Saya lihat bahannya premium dan sangat layak bagi masyarakat. Pekerjaannya juga sangat cepat, baru tiga atau empat hari sudah berdiri seperti ini. Kami berharap huntara ini dapat menarik minat masyarakat untuk pindah dari tenda pengungsian, karena jauh lebih layak dan manusiawi,” ujar Budi Irawan.

Pengungsi akan lebih nyaman tinggal di Huntara daripada di tenda pengungsian ( birkom pu)

Huntara Aceh Tamiang direncanakan menampung sekitar 80 kepala keluarga (KK) untuk sementara waktu. Kawasan huntara ini terdiri atas 7 blok bangunan modular hunian dan 1 blok tambahan dengan kapasitas 12 KK.

Setiap blok memiliki kapasitas hingga 48 orang atau 12 KK, dengan total daya tampung sekitar 336 orang dalam satu lokasi. Seluruh kawasan huntara dilengkapi fasilitas pendukung antara lain toilet komunal, instalasi listrik, pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi untuk mendukung kehidupan sehari-hari warga.

Menteri Dody juga melihat fasilitas yang ajan dibangun seperti toilet, dapur umum ,air bersih,sanitasi,listrik ( birkom pu)

Secara teknis, huntara dibangun menggunakan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan yang dirancang agar kuat, cepat dibangun, dan tetap nyaman bagi penghuninya. Proses konstruksi meliputi pekerjaan pondasi, pemasangan rangka modular, dinding, atap baja ringan, serta pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Dengan metode ini, pembangunan huntara di Gampong Bundar ditargetkan selesai pada awal Januari 2026, sehingga masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang dapat segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.

Kementerian PU berharap keberadaan huntara ini dapat membantu memulihkan rasa aman dan kenyamanan masyarakat terdampak, sekaligus menjadi langkah awal menuju pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Berita terkait

Kelompok 4 KKN UNISKA 2026 Olah Limbah Sawit Menjadi Briket Cangkang Sawit di Desa Koanda

Kelompok 4 KKN UNISKA 2026 Olah Limbah Sawit Menjadi Briket Cangkang Sawit di Desa Koanda

Junaidi, Agung Yunianto Spektroom – Mahasiswa Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Tahun 2026 melaksanakan program kerja berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan limbah cangkang kelapa sawit menjadi briket sebagai energi alternatif. Kegiatan ini merupakan implementasi dari tema KKN UNISKA 2026, “Optimalisasi Pengelolaan Potensi Lokal untuk Mendorong Kemajuan

Junaidi