Trending

TNI Bangun Sumur Bor di Huntara Kayu Pasak Agam, Air Bersih Kembali Mengalir untuk Pengungsi

Pembuatan sumur bor tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisi kehidupan masyarakat yang terdampak, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

TNI Bangun Sumur Bor di Huntara Kayu Pasak Agam, Air Bersih Kembali Mengalir untuk Pengungsi
Foto.TNI Goro bersama warga membangun sumur bor.( dok. Wyu)

Spektroom– Personel Kodim 0304/Agam bersama prajurit Yon TP 897/Singgalang bahu-membahu dengan warga membangun sumur bor di Hunian Sementara (Huntara) Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kegiatan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak air bersih bagi warga yang masih bertahan di huntara pascabencana.

Pembuatan sumur bor tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisi kehidupan masyarakat yang terdampak, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Akses air bersih yang sebelumnya terganggu akibat rusaknya saluran air kini mulai teratasi, sehingga aktivitas harian warga, termasuk kebutuhan sanitasi dan kesehatan, dapat kembali berjalan lebih layak.

Komandan Kodim 0304/Agam Letkol Infanteri Slamet Dwi Santoso mengatakan, kehadiran sumur bor ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup warga huntara. Menurutnya, dampak bencana di wilayah Agam cukup besar karena banyak fasilitas air bersih mengalami kerusakan. “Dengan adanya pembuatan sumur bor ini, harapannya ketersediaan air bersih bagi masyarakat dapat terpenuhi. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus segera dipulihkan,” ujarnya, Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia menjelaskan, hingga saat ini TNI telah membangun enam unit sumur bor di sejumlah lokasi terdampak. Lima unit telah rampung sepenuhnya, sementara satu unit masih dalam tahap pengerjaan sekitar 75 persen. Ke depan, TNI juga akan melanjutkan pembangunan dua sumur bor tambahan melalui kerja sama dengan instansi terkait, masing-masing di Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, dan di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.

Kehadiran sumur bor tersebut disambut hangat oleh warga huntara. Anak-anak pengungsi tampak antusias saat air bersih mulai mengalir, bahkan spontan mengucapkan rasa terima kasih kepada para prajurit. Ungkapan serupa juga datang dari warga dewasa yang merasakan langsung manfaatnya. “Terima kasih kami ucapkan kepada TNI, terutama kepada Bapak Kasad, yang telah memberikan kami air bersih untuk huntara di Kayu Pasak ini. Sekarang kami tidak kekurangan air bersih lagi dan anak-anak bisa mandi dengan senang,” kata Imelda, warga Salareh Aia.

Warga lainnya, Yanti, berharap bantuan tersebut membawa dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat. “Terima kasih kepada TNI, khususnya Bapak Maruli Simanjuntak, atas bantuan sumur bor air bersih ini. Harapan kami, fasilitas ini bermanfaat dan membantu kami hidup lebih sehat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam misi sosial dan kemanusiaan, terutama pada masa pemulihan pascabencana.( Rita)


Berita terkait

Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Bukittinggi Lakukan Kunjungan ke Banda Aceh, Tingkatkan Kelembagaan Adat

Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Bukittinggi Lakukan Kunjungan ke Banda Aceh, Tingkatkan Kelembagaan Adat

Bukittinggi-Spektroom : Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, melepas rombongan tokoh adat dan tokoh mayarakat Kota Bukittinggi untuk melakukan kunjungan ke Banda Aceh dan Jambi dalam rangka peningkatakan kelembagaan adat. Kegiatan ini berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wako, Jumat (16/10/2026). Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, kunjungan ini menjadi

Rafles
255 Tahun Pontianak: Ketika Tanah Seribu Menjadi Pusat Kekuasaan Kolonial

255 Tahun Pontianak: Ketika Tanah Seribu Menjadi Pusat Kekuasaan Kolonial

Oleh : Syafaruddin SaEng Usman Pontianak - Spektroom : Jauh sebelum Pontianak berkembang menjadi kota modern seperti sekarang, kawasan Tanah Seribu telah menjadi saksi perubahan besar dalam perjalanan sejarah kota di tepian Sungai Kapuas ini. Dari pusat pemerintahan kolonial, benteng pertahanan, hingga kawasan perdagangan yang ramai, Tanah Seribu menjadi salah satu titik penting

Apolonius Welly, Bian Pamungkas
KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru Bagi Generasi Muda di Desa

KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru Bagi Generasi Muda di Desa

Bogor – Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membuka peluang kerja dan peluang usaha yang luas bagi generasi muda, khususnya lulusan perguruan tinggi. Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi mengatakan, KDKMP diproyeksikan mampu menciptakan sedikitnya 1 - 1,5 juta lapangan kerja baru apabila setiap koperasi rata-

Nurana Diah Dhayanti