Naik Jadi Bintang Tiga, Kristomei Sianturi Pegang Kendali BNPB, Gantikan Letjen TNI Suharyanto
Jakarta - Spektroom: Letnan Jenderal (Letjend) TNI Kristomei Sianturi dipercaya menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setelah Dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara Kamis (15/10/2025).
Kristomei, yang sebelumnya menjabat Pangdam XXI/Radin Inten Lampung dan Bengkulu dengan pangkat Mayjen TNI atau jenderal bintang 2 menggantikan Letjen TNI Suharyanto.
Kristomei menegaskan komitmennya untuk memperkuat penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kristomei dalam keterangannya usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
“Pada hari ini saya sudah resmi dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala BNPB. Tadi juga diawali dengan kenaikan pangkat kami dari mayor jenderal menjadi letnan jenderal. Jadi sah hari ini saya bertugas sebagai Kepala BNPB,” ucapnya.
Dalam menjalankan tugasnya, Kepala BNPB menyatakan akan memprioritaskan penanganan berbagai bencana yang tengah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Menurutnya, kompleksitas tantangan bencana membutuhkan langkah penanganan yang cepat dan terpadu.
"Saya melihat memang kita sedang menghadapi bencana baik kebakaran hutan, ada yang banjir, dan semua bencana, erupsi gunung merapi dan sebagainya. Jadi kita akan fokus ke sana dengan prinsip saya adalah kolaborasi, responsif, integratif, dan sinkronisasi,” kata Kristomei, ditulis sekretariatpresiden.go.id
Lebih lanjut, Kepala BNPB menekankan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Kristomei menganalogikan kerja sama tersebut seperti tali tambang yang kekuatannya terbentuk dari keterpaduan seluruh bagian.
“Jadi semua terlibat, semua kementerian, lembaga, TNI, Polri harus sama-sama kita, termasuk masyarakat. Jadi ada kesinkronisasi antara aturan pusat dan aturan daerah,” lanjutnya.
Kepala BNPB juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk penguatan koordinasi dengan lembaga terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sebagai langkah awal, Kepala BNPB menyebut akan melakukan konsolidasi internal untuk mempelajari sekaligus memastikan upaya penanganan bencana berjalan cepat dan optimal.
"Jadi tentunya saya sebagai pejabat baru akan konsolidasi internal dulu ke dalam, mempelajari sekaligus langsung bergerak cepat untuk penanggulangan,” pungkasnya.
Dalam karier militernya, Kristomei pernah menjabat sejumlah posisi strategis di antaranya Asops Kasdam I/Bukit Barisan (2020-2022), Danrindam Iskandar Muda (2022), dan Paban IV/Opsdagri Sops TNI (2022-2023)
Namanya semakin dikenal saat ditunjuk menjadi Kadispenad pada 2023 menggantikan Brigjen TNI Hamim Tohari yang beralih tugas sebagai Pa Sahli Tk II KSAD Bid LH.
Selanjutnya pada Juli 2024, Kristomei digeser menjadi Danmentar Akmil menggantikan Brigjen Dwi Sasongko. Kemudian, dia beralih menjadi Wagub Akmil pada Desember 2024 menggantikan posisi Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho.
Pada 20 Maret 2025, Kristomei diangkat menjadi Kapuspen TNI dan naik pangkat menjadi Mayjen TNI. Hingga akhirnya pada Minggu, 10 Agustus 2025, Kristomei menjabat Pangdam XXI/Radin Inten.(@Ng).