Trending

Karhutla di Sumsel dan Jambi Dalam Proses Pemadaman, Melalui Operasi Darat dan Udara

Karhutla di Sumsel dan Jambi Dalam Proses Pemadaman, Melalui Operasi Darat dan Udara
Plt. Kapusdatinkom BNPB Berton SP Panjaitan (tengah) menyampaikan keterangan seputar penanganan Karhutla (Foto Capture YouTube Kemenhan RI).

Jakarta - Spektroom: Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan, hingga saat ini, karhutla masih terus terjadi dan kondisi serta kabut asap khususnya di Kalimantan sampai Oktober 2026 ini masih dalam status parah dan membahayakan kesehatan, bahkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak.

Dalam keterangan persnya, Rabu (14/10/2026) Berton menjelaskan tercatat ada sekitar 1.936,23 hektare lahan terbakar di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi.

Untuk Sumatera Selatan terus Berton, secara umum sejak terjadi kebakaran pada 31 Juli 2026, terhitung mulai 1 Agustus hingga 12 Oktober Karhutla meluas 6.532.95 hektar, sehingga luasnya mencapai 8.459.18 hektare dan yang sudah ditangani 8.409.60 hektare.

"Khusus di Jambi, 4.335.34 hektare dan yang sudah ditangani 4.260.34 hektare sementara yang dalam proses pemadaman 74.50 hektare dan di Sumatera Selatan 49. 58 hektare. Sementara di Riau, saat ini tidak ditemukan lagi titik api dan sudah tidak ada lagi yang dilaporkan kepada kami ada titik api dan lahan terbakar." rinci Berton.

Berton menegaskan, bahwa BNPB akan terus melakukan upaya penanganan karhutla melalui dua langkah, yakni operasi darat dan operasi udara.

Dalam operasi darat, BNPB mengerahkan personel yang memadai di setiap provinsi dan sejauh ini pihaknya tidak menerima laporan mengenai kendala jumlah personel.

Selain itu, kata Berton, pihaknya juga menyediakan peralatan untuk mendukung penanganan karhutla.

"Tentu peralatan juga kami berikan, kami bisa sampaikan bahwa lebih dari 80 persen dari hasil laporan masing-masing provinsi untuk kekuatan personel dan peralatan yang saat ini tergelar sudah cukup memadai dengan hasil capaian pemadaman lahan terbakar yang baru setiap hari mencapai rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan terbakar," paparnya.

"Ini juga perlu kami sampaikan karena bagaimanapun pemerintah tetap melakukan upaya optimal," tegas Berton.

Berton juga menyampaikan bahwa operasi udara melalui water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga saat ini masih tetap dilakukan.

"Jumlah helikopter saat ini ada sebanyak 49 unit tidak menetap di satu provinsi, namun di enam provinsi seperti di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, 10 yang beroperasi," ucapnya," ucapnya.

Sementara diforum yang sama Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi menerangkan hingga pukul 21.00 WIB, Rabu (13/10/2026), di Kalimantan Tengah rata-rata hotspot turun sekitar 30 persen, sedangkan secara umum di 6 Provinsi termasuk Sumatera Selatan dan Jambi turun 5 persen. Kalbar turun 27 persen,, Jambi 19 persen. Namun demikian, Sumatera Selatan naik 2,4 persen dan ini menjadi fokus provinsi yang baru.

Terkait operasi pemadaman, lanjut Ristianto, total ada 6.515 operasi pemadaman yang dilakukan di 6 provinsi prioritas sejak Januari 2026.

"Untuk penyelamatan satwa, total ada 232 satwa liar dievakuasi, termasuk 71 orang utan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Selanjutnya terkait dengan SDM Human Resource, secara umum yang ada di Kementerian Kehutanan, kami menerjunkan tim sebanyak 1.419 Mandala Agni Kementerian Hutanan di 6 provinsi, dengan total 5.000 ASN ini disiap-siagakan yang sekarang sedang aktif di lapangan ada sekitar 2.000 personel." terang Ristianto merinci.

Sedangkan pada periode 17 - 30 September 2026, secara kumulatif ada 9.080 hotspot. Di mana dengan rata-rata 649 hotspot per hari, puncak hotspot terjadi pada tanggal 20 September 2026 dengan jumlah 1.843 hotspot.

"Jika kita bandingkan di periode tanggal 1 sampai dengan 13 Oktober, totalnya ada 7.519 hotspot dan puncak hotspot terjadi di tanggal 8 Oktober, mencapai 1.029 hotspot" pungkasnya.(@Ng).

Berita terkait

Buka Festival Literasi, Riyanda Putra Dorong Literasi Jadi Penggerak Kreativitas Sawahlunto

Buka Festival Literasi, Riyanda Putra Dorong Literasi Jadi Penggerak Kreativitas Sawahlunto

Sawahlunto-Spektroom : Festival Literasi Kota Sawahlunto 2026 resmi mengawali rangkaian kegiatan literasi di Perpustakaan Umum Muhammad Yamin, Kecamatan Talawi, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 16 Oktober itu mengusung tema “Literasi Menghidupkan Sawahlunto, Kreativitas Menggerakkan Masa Depan.” Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi pegiat literasi, pelajar, komunitas seni,

Riswan Idris, Rafles