Legislator Minta Evaluasi Total Tata Kelola Hutan
Jakarta - Spektroom : Pemerintah bersama seluruh stake holder terkait perlu melakukan evaluasi total terhadap penanganan hutan dan lingkungan sekitarnya. Pola bencana yang terus berulang, pada saat musim kemarau terjadi kebakaran dan bencana asap sementara ketika hujan datang menyusul bencana banjir bandang.
“Perlu evaluasi total tata kelola, perizinan sawit dan tambang di kawasan hutan. Penegakan hukum yang adil dan tegas. Hilirnya, berdayakan masyarakat sekitar hutan. Jangan biarkan mereka miskin,” kata anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo dalam keterangan pers di Jakarta seperti dikutip dari Parlementaria, Senin (12/10/2026).
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Jateng III ini menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tegas serta memberikan efek jera terhadap pelanggaran, pembakaran hutan dan kejahatan lingkungan lainnya. Ia menilai sejauh ini kebijakan pemerintah masih reaktif terhadap kondisi tertentu.
“Negara harus hadir secara sungguh-sungguh. Tidak bisa hanya reaktif memadamkan api saat karhutla terjadi. Tidak bisa hanya reaktif mengirim bantuan saat banjir dan longsor terjadi,” tekan Firman.
Selain pembenahan di tingkat kebijakan dan pengawasan, ia menilai pemberdayaan masyarakat sekitar hutan harus menjadi bagian penting dari upaya pencegahan kerusakan lingkungan.
Pada bagian lain Firman yang juga anggota Badan Legislasi DPR RI ini mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan perlu memperoleh kesempatan ekonomi yang memadai agar dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menekankan persoalan kehutanan tidak dapat dipandang sebagai masalah yang hanya berdampak pada satu daerah. Kerusakan hutan di suatu wilayah dapat menimbulkan konsekuensi bagi masyarakat di wilayah lain, baik melalui penyebaran asap kebakaran maupun bencana hidrometeorologi.
“Karena hutan ini bukan milik satu daerah. Hutan Kalimantan yang terbakar, asapnya sampai ke Jawa. Hutan yang rusak di hulu, banjirnya sampai ke hilir,” demikian Firman. (my)