Trending

Telkom Kebut Streamlining 50 Entitas, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030

Telkom Kebut Streamlining 50 Entitas, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno ( tengah ) bersama jajaran manajemen di acara RUPS ( foto; Humas )

Jakarta – Spektroom : PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempercepat program streamlining atau penataan portofolio terhadap 50 entitas anak usaha untuk memperkuat fokus bisnis inti, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan nilai perusahaan. Hingga semester I 2026, sebanyak 24 entitas telah dituntaskan penataannya, sementara 26 entitas lainnya masih dalam proses dengan target penyelesaian semaksimal mungkin pada akhir 2026.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari transformasi TelkomGroup dari Operating Holding menuju Strategic Holding, sekaligus mendukung target valuasi perusahaan lebih dari Rp550 triliun pada 2030.

Penataan portofolio tersebut sejalan dengan arah optimalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didorong Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN. Melalui transformasi ini, Telkom menargetkan struktur bisnis yang lebih ramping, terintegrasi, dan mampu merespons dinamika industri telekomunikasi digital secara lebih lincah.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno.( foto : humas )

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, percepatan streamlining merupakan tindak lanjut arahan pemegang saham yang harus dijalankan secara disiplin, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.

“Arahan pemegang saham kami maknai sebagai mandat untuk bergerak lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian. Karena itu, setiap entitas kami evaluasi secara menyeluruh, apakah relevan dengan bisnis inti, berkontribusi pada nilai grup, dan memiliki prospek yang jelas,” ujar Nanang dalam keterangan perusahaan di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Menurut Nanang, percepatan tersebut bukan sekadar mengejar jumlah entitas yang berhasil ditata, melainkan memastikan portofolio TelkomGroup semakin sehat. Dengan demikian, sumber daya perusahaan dapat difokuskan pada empat segmen bisnis utama sehingga setiap perusahaan operasional atau Operating Company (OpCo) mampu bergerak lebih lincah.

Sederhanakan Portofolio, Pertajam Bisnis Inti

Sebagai salah satu BUMN dengan jumlah anak usaha yang besar, Telkom menghadapi tantangan berupa kompleksitas pengelolaan lintas lini bisnis, tumpang tindih kegiatan usaha, kebutuhan peningkatan efisiensi operasional, serta keterbatasan sejumlah entitas dalam menangkap peluang dan mendorong inovasi.

Melalui program streamlining, Telkom mengarahkan pembentukan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi dengan model Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo). Model ini bertujuan memperjelas peran masing-masing entitas, menyederhanakan struktur bisnis, serta mempertajam fokus perusahaan pada kompetensi utamanya.

Penataan tersebut juga dilakukan melalui penyederhanaan lapisan bisnis ke dalam empat segmen utama, yakni Business to Consumer (B2C), B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International.

Keempat segmen ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi bisnis, membuka peluang kemitraan strategis, serta mendorong penciptaan nilai yang lebih tinggi.

Target valuasi lebih dari Rp550 triliun pada 2030 menjadi salah satu sasaran strategis transformasi tersebut. Untuk mencapainya, Telkom perlu memastikan bahwa penyederhanaan portofolio tidak hanya mengurangi kompleksitas organisasi, tetapi juga berdampak nyata pada produktivitas, profitabilitas, dan daya saing bisnis.

Bidik Profitabilitas Lebih Kuat

Nanang menjelaskan, program streamlining dirancang untuk memperkuat fundamental TelkomGroup sebagai perusahaan telekomunikasi digital (digital telco).

Portofolio TelkomGroup selama ini mencakup bisnis inti telekomunikasi digital hingga bisnis pendukung dan bisnis yang berdekatan dengan kegiatan utama (adjacent business). Melalui penataan portofolio, perusahaan berupaya memfokuskan sumber daya pada segmen yang memiliki relevansi strategis dan kontribusi nilai lebih kuat.

Salah satu tujuan program tersebut adalah meningkatkan profitabilitas melalui penataan bisnis bermargin rendah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan margin EBITDA konsolidasi dan memperkuat kinerja keuangan perusahaan.

Di tengah pelaksanaan penataan portofolio, organisasi, dan sumber daya manusia, Telkom mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026. Perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan positif dan peningkatan profitabilitas pada kuartal II 2026, dengan margin EBITDA kembali berada di atas 50 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kinerja yang disampaikan perusahaan di tengah berlangsungnya transformasi. Namun, keberhasilan program tetap akan ditentukan oleh kemampuan Telkom mengubah struktur yang lebih ramping menjadi efisiensi nyata dan pertumbuhan nilai yang berkelanjutan.

Serikat Karyawan Dukung Transformasi

Program penataan portofolio juga mendapat dukungan dari Ketua Umum Serikat Karyawan (SEKAR) Telkom, Nashri. Ia menyatakan bahwa streamlining merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.

Meski mendukung transformasi, Nashri menegaskan pentingnya pelaksanaan yang terencana, transparan, dan berkeadilan, dengan tetap memperhatikan kesejahteraan serta kepastian kerja karyawan.

“SEKAR Telkom mendukung streamlining sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis Telkom. Kami juga mengapresiasi komunikasi yang telah terjalin dengan baik antara manajemen dan karyawan,” kata Nashri.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi perusahaan harus berjalan beriringan dengan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan masa depan karyawan yang lebih baik.

Telkom menyatakan setiap penyesuaian sumber daya manusia akan dilakukan secara bertanggung jawab, sukarela, dan dengan menghormati hak-hak karyawan yang terdampak.

Tata Kelola Jadi Landasan

Telkom memastikan setiap keputusan terkait streamlining dilakukan berdasarkan kajian komprehensif, mekanisme tata kelola perusahaan, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Proses tersebut mencakup due diligence dengan melibatkan pihak ketiga independen serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Business Judgment Rule (BJR).

Kehati-hatian menjadi perhatian khusus bagi inisiatif yang memiliki kompleksitas tinggi, termasuk potensi kerugian pelepasan bisnis (cut loss), penghapusbukuan (write-off), maupun persoalan hukum.

Telkom juga berharap percepatan penerbitan peraturan pelaksanaan sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Badan Usaha Milik Negara dapat memperkuat landasan hukum dan mendukung kelancaran program penataan portofolio.

Dengan 24 entitas telah ditata dan 26 lainnya masih dalam proses, tantangan Telkom berikutnya adalah menuntaskan agenda transformasi secara terukur tanpa mengabaikan kepastian hukum dan perlindungan karyawan.

Lebih dari sekadar mengurangi jumlah entitas, program ini diarahkan untuk membangun TelkomGroup yang lebih fokus pada bisnis inti, efisien, dan kompetitif. Keberhasilan implementasinya akan menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan perusahaan menuju target valuasi lebih dari Rp550 triliun pada 2030. ( Ril/ EM )

Berita terkait

Wagub Jihan Dorong Konsep Pengelolaan Hutan Berbasis Ekonomi, Melalui Pengembangan Komoditas Unggulan

Wagub Jihan Dorong Konsep Pengelolaan Hutan Berbasis Ekonomi, Melalui Pengembangan Komoditas Unggulan

Bandarlampung - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong penguatan tata kelola kehutanan yang terintegrasi, berintegritas, dan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.  Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan pada kegiatan Penguatan Sinergi dan Komitmen Bersama dalam Mewujudkan Hutan Lampung yang Lestari dan Berkelanjutan, di

Anggoro AP
UIN Maliki Malang Gandeng KPK, 138 Pimpinan Kampus Susun Aksi Berantas Gratifikasi

UIN Maliki Malang Gandeng KPK, 138 Pimpinan Kampus Susun Aksi Berantas Gratifikasi

Malang - Spektroom : Sebanyak 138 pimpinan dan pejabat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat sistem pengendalian gratifikasi melalui program piloting bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Langkah ini diarahkan untuk membangun tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, dan berintegritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Rencana Tindak Lanjut

Buang Supeno
BLK Rembang Buka Pelatihan Gratis Empat Kejuruan Pendaftaran hingga 14 Oktober 2026

BLK Rembang Buka Pelatihan Gratis Empat Kejuruan Pendaftaran hingga 14 Oktober 2026

Rembang-Spektroom: Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia ketenaga kerjaan, Balai Pelatihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang membuka pendaftaran pelatihan kerja gratis batch 6. Tersedia empat kejuruan, yakni tata rias wajah, pembuatan roti dan kue, menjahit, serta pengelasan di uka untuk umum. Pendaftaran dibuka

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas