Trending

KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru Bagi Generasi Muda di Desa

KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru Bagi Generasi Muda di Desa
Ahmad Zabadi dalam orasi ilmiah acara Wisuda ke-34 Universitas Nusa Bangsa di Bogor, ( Humas Kemenkop)

Bogor – Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membuka peluang kerja dan peluang usaha yang luas bagi generasi muda, khususnya lulusan perguruan tinggi.

Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi mengatakan, KDKMP diproyeksikan mampu menciptakan sedikitnya 1 - 1,5 juta lapangan kerja baru apabila setiap koperasi rata-rata membutuhkan 10 - 17 tenaga kerja. Proyeksi tersebut didasarkan pada jumlah KDKMP yang mencapai lebih dari 83.000 koperasi.

“Sedikitnya 1-1,5 juta lapangan pekerjaan baru yang terbuka untuk para sarjana. Kita sudah mulai melakukan rekrutmen manajer dan penempatan saat ini,” kata Ahmad Zabadi dalam orasi ilmiah pada acara Wisuda ke-34 Universitas Nusa Bangsa di Bogor, Sabtu (17/10/2026)

Menurut Zabadi, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan, tetapi juga memiliki tiga fungsi utama.

Pertama, sebagai saluran komoditas bersubsidi. KDKMP akan menjadi salah satu saluran distribusi berbagai komoditas bersubsidi yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah, antara lain LPG 3 kilogram, beras SPHP, Minyakita, dan pupuk.

“Setiap keluarga nanti akan diperkiraka  dapat saving rata-rata sekitar Rp200.000-Rp300.000 per bulan karena nanti seluruh komoditas bersubsidi akan disalurkan melalui KDKMP,” ujar Ahmad.

Kedua, sebagai offtaker produk masyarakat desa. KDKMP akan berperan menyerap berbagai produk yang dihasilkan masyarakat desa, sehingga petani, nelayan, dan pelaku usaha di desa memiliki kepastian pasar dan harga.

Menurut Zabadi, "keberadaan koperasi ini untuk memastikan seluruh produk yang dihasilkan oleh masyarakat desa diserap oleh koperasi sehingga ada kepastian harga, kepastian pasar bagi produk-produk masyarakat di desa-desa,” katanya.

Ketiga, sebagai infrastruktur pemerintah dalam menyalurkan berbagai program kepada masyarakat. Keberadaan KDKMP di tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat membantu pemerintah meningkatkan efektivitas penyaluran berbagai program, termasuk bantuan pangan, pembiayaan, serta alat dan mesin pertanian.

Selama ini, pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan dalam penyaluran program bantuan, salah satunya terkait ketepatan penerima. Dengan keberadaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan, KDKMP diharapkan dapat menjadi titik akhir penyaluran berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

Zabadi mengatakan, Koperasi diharapkan dapat mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi sehingga pusat-pusat pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

Mendorong perguruan tinggi mengambil peran pengembangan KDKMP( Humas Kemenkop)

Dalam kesempatan tersebut, Zabadi turut mendorong perguruan tinggi untuk mengambil peran dalam pengembangan KDKMP melalui riset, inovasi, dan pengembangan model bisnis koperasi. Ia juga mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengambil bagian dalam membangun perekonomian di daerah.

“Generasi muda, khususnya para sarjana, memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam membangun ekonomi desa melalui KDKMP,” ucapnya.

Berita terkait

Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Bukittinggi Lakukan Kunjungan ke Banda Aceh, Tingkatkan Kelembagaan Adat

Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Bukittinggi Lakukan Kunjungan ke Banda Aceh, Tingkatkan Kelembagaan Adat

Bukittinggi-Spektroom : Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, melepas rombongan tokoh adat dan tokoh mayarakat Kota Bukittinggi untuk melakukan kunjungan ke Banda Aceh dan Jambi dalam rangka peningkatakan kelembagaan adat. Kegiatan ini berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wako, Jumat (16/10/2026). Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, kunjungan ini menjadi

Rafles
255 Tahun Pontianak: Ketika Tanah Seribu Menjadi Pusat Kekuasaan Kolonial

255 Tahun Pontianak: Ketika Tanah Seribu Menjadi Pusat Kekuasaan Kolonial

Oleh : Syafaruddin SaEng Usman Pontianak - Spektroom : Jauh sebelum Pontianak berkembang menjadi kota modern seperti sekarang, kawasan Tanah Seribu telah menjadi saksi perubahan besar dalam perjalanan sejarah kota di tepian Sungai Kapuas ini. Dari pusat pemerintahan kolonial, benteng pertahanan, hingga kawasan perdagangan yang ramai, Tanah Seribu menjadi salah satu titik penting

Apolonius Welly, Bian Pamungkas
Wagub Kepri: Semangat Saling Membantu Perlu Terus Dipelihara dalam Kehidupan Bermasyarakat

Wagub Kepri: Semangat Saling Membantu Perlu Terus Dipelihara dalam Kehidupan Bermasyarakat

Kepri–Spektroom : Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri kegiatan Jumat Berkah di Masjid Jami’ Miftahul Falah, Jalan Ganet, Tanjungpinang, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini diisi dengan penyerahan bantuan sembako kepada kaum dhuafa dari kalangan jemaah masjid serta pembagian nasi kotak setelah pelaksanaan salat Jumat. Bantuan tersebut merupakan

Desmawati, Rafles
Kemenag Halbar Gelar Safari Jumat di 17 Titik Masjid Sambut Hari Santri Nasional 2026

Kemenag Halbar Gelar Safari Jumat di 17 Titik Masjid Sambut Hari Santri Nasional 2026

Jailolo–Spektroom : Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Santri Nasional Tahun 2026, melaksanakan kegiatan Safari Jumat yang tersebar di 17 titik masjid di wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan peringatan Hari Santri Nasional sekaligus upaya

Nanang Adrany, Bian Pamungkas