Menu MBG Di Lanny Jaya Gabungkan Makanan Modern Dengan Bahan Pangan Khas Daerah
Lanny Jaya-Spektroom : Pihak Pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan, meminta pemerintah daerah memperkuat pembinaan kelompok tani dan peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Upaya tersebut dinilai penting untuk menjamin ketersediaan bahan pangan sekaligus membuka pasar bagi hasil pertanian dan peternakan masyarakat.
Ketua Yayasan Garuda Bagimu Negeri sekaligus Pengelola MBG Lanny Jaya, Rida Kogoya, mengatakan kebutuhan bahan pangan untuk satu dapur MBG cukup besar, terutama sayuran yang mencapai satu hingga dua ton setiap pekan, sehingga diperlukan kelompok tani yang mampu memproduksi secara rutin dan berkelanjutan.
"Kami minta pemerintah daerah fokus melihat kelompok tani mana yang bisa bertani secara rutin, supaya pasokan sayur tidak pernah putus,” ujar Rida di Wamena, Jumat, 25 September 2026.
Selain sayuran, dapur MBG juga membutuhkan telur, daging ayam, sapi, kambing, serta berbagai hasil kebun khas Papua Pegunungan untuk diolah menjadi menu bergizi bagi anak-anak sekolah.
Pemanfaatan pangan lokal juga dinilai dapat memuaskan menu MBG dengan menggabungkan makanan modern dan bahan pangan khas daerah.
"Menu makanan bisa kita padukan. Misalnya menu modern dipadukan dengan daun keladi atau olahan daging ayam khas lokal,” jelas Rida.
Hasil bumi daerah tidak hanya mendukung tercukupinya gizi anak, tetapi juga dapat menjadi peluang peningkatan pendapatan bagi petani, peternak dan mama-mama Papua. Untuk itu, masyarakat yang memiliki hasil panen maupun ternak untuk berkoordinasi dengan pengelola MBG agar dapat diserap sesuai kebutuhan.
“Ini bentuk kerja sama. Kami mengajak mama-mama, petani, dan peternak lokal untuk melapor kepada kami agar hasil panen maupun ternak mereka bisa kami beli untuk kebutuhan MBG,” tambahnya.
Iapun sudah melakukan koordinasi dengan Dinas terkait meski bersifat informal, namun direspon secara baik. Pihak dinas terkait segera melakukan pendataan sekaligus pendampingan terhadap kelompok petani dan peternak lokal di Lanny Jaya.
Dengan demikian, kebutuhan dapur MBG dapat dipenuhi dari daerah sendiri dan masyarakat memiliki kepastian pasar bagi hasil usaha mereka," tutup Rida Kogoya.