Trending

Menyucikan Anak Sukerta, Merawat Warisan Leluhur Banyumas

Menyucikan Anak Sukerta, Merawat Warisan Leluhur Banyumas
Ruwat Sukerta diawali dengan kirab air suci yang diambilkan dari 7 sumur dari Kalibening dan Mbah Meranggi (Foto : Bian Pamungkas).

Banyumas – Spektroom ;
Di halaman Museum Wayang Banyumas, Minggu (19/7/2026), suasana Bulan Sura terasa berbeda dibanding pada hari hari biasa.

Di antara iringan gamelan dan langkah peserta kirab, belasan anak bersama keluarganya datang dengan harapan yang sama: menjalani ruwat sukerta, tradisi leluhur Banyumas yang dipercaya sebagai ikhtiar membersihkan diri dari segala bala dan mara bahaya.

Sebanyak 16 peserta mengikuti prosesi yang menjadi bagian dari rangkaian Banyumas Estetik Kota Lama Festival. Sebelum ritual utama dimulai, air suci yang diambil dari Kalibening dan Mbah Meranggi sejak 6 Juli dikirab menuju lokasi.

Air itu kemudian digunakan untuk memandikan para peserta sebagai simbol penyucian.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Amiati, menjelaskan bahwa ruwat sukerta bukan sekadar upacara adat, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya tak benda Banyumas agar tetap hidup di tengah masyarakat.

0:00
/4:27

Prosesi Kirab Tirta Amerta air suci dari 7 sumur yang akan digunakan untuk mandi anak anak Sukerta.( Vidio Bian Pamungkas).

"Dalam tradisi Banyumas, tidak semua anak diruwat. Ada sejumlah kriteria yang dikenal turun-temurun, seperti ontang-anting (anak tunggal), kedhana-kedhini, pancuran, sendang kapit pancuran, hingga beberapa kategori lain yang diyakini memiliki "sukerta" atau kondisi tertentu menurut kepercayaan masyarakat Jawa.' ujar Amiati

Ruwatan diawali dengan pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Sungging Soeharto yang membawakan lakon Murwakala. Kisah ini mengandung makna bahwa segala energi buruk, kesialan, dan marabahaya akan "dimakan" Batara Kala sehingga anak yang diruwat kembali bersih dan memperoleh perlindungan.

Sebelum wayang ruwatan, prosesi didahului dengan sungkeman kepada orang tua, pemotongan rambut, mandi air suci, hingga pelarungan perlengkapan ritual ke Sungai Serayu. Pelarungan menjadi simbol membuang segala hal negatif agar hanyut bersama arus sungai.

Bagi masyarakat Banyumas, ruwatan bukan sekadar ritual spiritual, melainkan pengingat bahwa kehidupan selalu membutuhkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Nilai-nilai itulah yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Asisten 2 Setda Banyumas Junaedi, ketika ditemui menjelaskan
di tengah derasnya modernisasi, ruwat sukerta membuktikan bahwa tradisi masih memiliki tempat di hati masyarakat.

"Tradisi ini merupakan bentuk nguri-uri budaya Banyumas. Kegiatan rutin ini dilaksanakan setiap Bulan Sura ," ujar Junaedi

Menurut Junaedi, ruwatan ini diadakan dalam rangka melestarikan budaya Banyumas dan berharap agar
Museum Wayang Banyumas pun tidak hanya menjadi ruang menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga panggung tempat budaya terus dihidupkan, dirawat, dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hanyut ditelan zaman.

Berita terkait

Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Ternate–Spektroom : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Ternate menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Antidiabetik Fuli Pala dan Potensinya dalam Pengembangan Pangan Fungsional”. Kegiatan berlangsung di Ruang Multifungsi Poltekkes Kemenkes Ternate dengan menghadirkan Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc. sebagai narasumber dan moderator Dr. Fahmi Abdul Hamid, SKM.

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan operasi yustisi massal untuk menindak warga maupun pelaku usaha yang masih membuang sampah sembarangan. Penindakan akan dilakukan serentak dengan melibatkan aparat lintas sektor, menyasar 94 titik pembuangan sampah liar yang tersebar di seluruh kecamatan. Langkah tersebut dilakukan menyusul pemberlakuan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor

Bian Pamungkas
Unimal Bandarlampung Mewisuda 1.140 Lulusan Jenjang Pendidikan Diploma, Profesi, Sarjana dan Magister

Unimal Bandarlampung Mewisuda 1.140 Lulusan Jenjang Pendidikan Diploma, Profesi, Sarjana dan Magister

Bandarlampung - Spektroom : Universitas Malahayati (Unimal) Bandarlampung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Prosesi Wisuda Periode ke-41 Tahun 2026, dalam Rapat Senat Terbuka, berlangsung di Graha Bintang, Sabtu (7/11/2026). Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam melepas para lulusan yang telah

Anggoro AP