Menyusuri Jalan Terjal KUR : UMKM Tersandera Catatan Hitam BI Checking

Menyusuri Jalan Terjal KUR : UMKM Tersandera Catatan Hitam BI Checking
Flyer Spektroom

Oleh : Heriyoko - Jurnalis Spektroom

Jakarta - Spektroom : Di bawah terik matahari Jakarta, deru sepeda motor memecah bising jalanan dari perbatasan Bekasi menuju kawasan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat. Panasnya aspal ibu kota tak menyurutkan langkah sepasang suami-istri.

Di tengah hari, mereka bergegas memasuki gedung tinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi satu tujuan mengecek status Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau yang lebih dikenal sebagai BI Checking.

Sayang, perjuangan mereka berbuah kepahitan. Rapor kreditnya sebagai debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih berstatus merah.

Padahal, utang KUR senilai Rp20 juta tersebut sudah dilunasi. Terlambatnya cicilan sebelumnya bukan tanpa sebab, melainkan imbas dari omzet usaha makanan dan minuman mereka yang sempat anjlok. Namun, meski kewajiban telah diselesaikan hampir setengah tahun lalu, catatan hitam di sistem perbankan tak kunjung memutih.

Pelaku UMKM ini ibarat menemui jalan buntu. Pengajuan modal kerja ke sejumlah bank pelat merah (Himpunan Bank Milik Negara/Himbara) ditolak mentah-mentah. Bayang-bayang BI Checking seolah menjadi dinding tebal yang memisahkan mereka dari akses permodalan.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbukti menjadi urat nadi yang menyelamatkan perekonomian nasional di masa krisis. Lantas, haruskah roda penggerak ekonomi akar rumput ini tersandera oleh sistem evaluasi kredit yang kaku?

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyuntikkan dana triliunan rupiah ke bank-bank Himbara untuk menggeliatkan kembali kredit usaha rakyat.

Namun, kucuran dana segar tersebut seakan sia-sia bagi pelaku usaha mikro yang masih terjebak jerat historis perbankan.Ironisnya, para pengusaha kecil ini bukanlah 'pengemplang' kredit macet bernilai fantastis yang dengan mudah mendapat pengampunan.

Di tengah himpitan ekonomi akibat ketidakpastian geopolitik global, pelaku UMKM sangat membutuhkan uluran tangan berupa relaksasi dan solusi nyata, bukan sekadar janji pemulihan daya beli.

Kita tentu tidak ingin pilar ekonomi kerakyatan ini rontok akibat regulasi yang kurang adaptif terhadap dinamika usaha kecil. Pada akhirnya, secercah harapan tetap disandarkan pada terang lampu lapak-lapak pedagang kaki lima dan warung rakyat.

Merekalah roda penggerak yang sesungguhnya penopang yang layak mendapat jalan terang demi stabilitas ekonomi nasional.(**).

Berita terkait

Menteri PU Usulkan Anggaran Untuk Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berjalan Optimal

Menteri PU Usulkan Anggaran Untuk Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berjalan Optimal

Jakarta –Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp219,81 triliun untuk Tahun Anggaran 2027 guna memastikan pembangunan dan layanan infrastruktur dasar bagi masyarakat tetap berjalan optimal. Dari kebutuhan tersebut, pagu indikatif yang ditetapkan pemerintah mencapai Rp98,47 triliun. “Anggaran Kementerian PU harus diwujudkan menjadi layanan kepada masyarakat

Nurana Diah Dhayanti
Murid MAN 1 Pekanbaru Wakili Indonesia pada Olimpiade Geografi Dunia di Turki

Murid MAN 1 Pekanbaru Wakili Indonesia pada Olimpiade Geografi Dunia di Turki

Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan madrasah. Rafif Adinata Ramadhan, murid MAN 1 Pekanbaru, resmi terpilih sebagai delegasi Indonesia untuk mengikuti International Geography Olympiad (iGeo) 2026 yang akan digelar di Istanbul, Turki. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi madrasah, Provinsi Riau, sekaligus Indonesia karena menunjukkan kemampuan peserta didik madrasah bersaing

Polin
Kunjungan WOSM, Ke Kwarnas Gerakan Pramuka,Momentum Untuk Perkuat Hubungan Dua Organisasi

Kunjungan WOSM, Ke Kwarnas Gerakan Pramuka,Momentum Untuk Perkuat Hubungan Dua Organisasi

Jakarta-Spektroom:Kwarnas Gerakan Pramuka menerima kunjungan delegasi Word Organization of the Scout Movement (WOSM) organisasi kepanduan non-pemerintah global yang menaungi Gerakan Pramuka di seluruh dunia. Bermarkas di Jenewa, Swiss, dalam agenda courtesy call yang berlangsung d taman rekreasi wiladatika cibuburi Ruang Sudirman Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dan dukungan

Asmari, Anggoro AP
Polda Kalbar Awasi Ketat Harga Sawit, PKS yang Tak Patuhi Ketentuan TBS Jadi Sorotan

Polda Kalbar Awasi Ketat Harga Sawit, PKS yang Tak Patuhi Ketentuan TBS Jadi Sorotan

Pontianak - Spektroom : Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat mulai memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di seluruh wilayah Kalbar. Langkah ini dilakukan menyusul masih ditemukan sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) membeli di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah. Pengawasan tersebut menjadi fokus

Apolonius Welly, Anggoro AP
hhh