Merajut Persahabatan Lewat Aroma dan Rasa di Beijing
Oleh : Heriyoko -Jurnalis Spektroom
Jakarta - Spektroom : Jauh melampaui angka-angka perdagangan bilateral, ada ikatan yang tak kalah kuat dalam hubungan antar-masyarakat Indonesia dan Tiongkok yaitu makanan.
"Makanan merupakan jembatan penghubung dan tali penguat persahabatan," ungkap Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun.
Koneksi ini bukanlah hal baru. Selama berabad-abad, kapal dagang kuno telah melintasi lautan untuk membawa sutra dan keramik ke Nusantara, sementara rempah-rempah berharga dari Indonesia seperti pala, cengkeh, dan lada mewarnai hidangan di berbagai penjuru dunia, termasuk Tiongkok dan Eropa.
Selebrasi Rempah dan Warisan Nusantara
Kini, jejak sejarah tersebut kembali dirayakan dalam gelaran Indonesian Gourmet Festival di Grand Hyatt Beijing Oriental Plaza. Festival yang berlangsung hingga 28 Juni 2026 ini bukan sekadar pameran, melainkan selebrasi kekayaan budaya yang merepresentasikan rempah dan tradisi turun-temurun dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, hingga Maluku.
Untuk memastikan keaslian rasanya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing bersama Grand Hyatt Beijing secara khusus mendatangkan tiga chef ternama dari Tanah Air. Mereka adalah Ibnu Hajar dan Kiky Arie Morfi dari Grand Hyatt Jakarta, serta Ari Aprianto dari Park Hyatt Jakarta.
Dari Rendang hingga Es Teler
Masyarakat Beijing dimanjakan dengan keragaman hidangan unggulan. Jika Anda berkunjung, Anda akan menemukan deretan menu yang menggugah selera, mulai dari hidangan berat seperti rendang, sop konro, gudeg, ayam woku, bebek betutu, hingga sajian unik seperti nasi goreng rendang, nasi lapola, dan asinan.
Bagi pecinta makanan ringan dan minuman, tersedia gado-gado, tahu gejrot, pisang goreng, kelepon, es teler, hingga es cendol.
"Ini merupakan kesempatan pertama kalinya saya ke Tiongkok. Semoga masyarakat Tiongkok menyukai hidangan yang telah kami siapkan," ujar Chef Ibnu Hajar dengan bangga.
Apresiasi senada disampaikan oleh Daphne Hsiao, General Manager Grand Hyatt Beijing. Ia berharap kolaborasi ini akan semakin mempererat hubungan persahabatan kedua negara.
Senyum kepuasan juga terlihat jelas dari para pengunjung. Chang Si Cong, salah satu tamu, mengaku terkesan dengan semua hidangan yang kaya bumbu, dengan rendang sebagai menu favoritnya.
Harmoni Gamelan dan Erhu
Kemeriahan festival ini dibuka secara resmi pada Rabu, 3 Juni 2026. Pembukaannya tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga telinga. Suara gamelan tradisional Indonesia dipadukan secara apik dengan alat musik tradisional Tiongkok, erhu dan pipa.
Dipandu oleh Risnandar, guru musik gamelan di Central Conservatory of Music (CCOM), orkestra lintas budaya ini membawakan lagu-lagu populer dari kedua negara. Alunan merdu "Bengawan Solo", "Ayo Mama", "Ayam den Lapeh", "Bungong Juempa", dan "Sajojo" berpadu harmonis dengan lagu Tiongkok seperti "Moulihua" dan "Yue Lian Dai Biao Wo de Xin".
Lebih dari sekadar mempromosikan cita rasa nusantara, festival ini juga menjadi momentum KBRI Beijing untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia lainnya ke pasar Tiongkok.
Berbagai produk seperti kopi luwak (Ijen dan Kerinci), minuman yogurt, air kelapa, wafer, hingga kerupuk turut dipamerkan untuk memperkuat kehadiran produk Indonesia di negeri tirai bambu tersebut (**).