MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat
Menkop saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) MES Jawa Barat dan Seminar dan Talkshow Nasional ( Humas Kemenkop)

Bandung —Spektroom :  Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, meminta pengurus MES tidak lagi berfokus pada kegiatan literasi semata, melainkan juga berkiprah di sektor-sektor riil yang produktif.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) MES Jawa Barat dan Seminar dan Talkshow Nasional dengan tema “Sinergi Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Jawa Barat” di Grand Pasundan Convention, Kota Bandung, Sabtu (25/7/2026).

"MES sebaiknya berkiprah langsung di sektor-sektor riil yang produktif," ujar Ferry.

Menkop menitipkan pesan khusus kepada pengurus MES Jawa Barat “Setiap kepengurusan MES di Jawa Barat diharapkan mampu menjadi simpul penggerak ekonomi syariah di wilayahnya masing-masing dapat menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, pesantren, lembaga keuangan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan
lainnya,” ucapnya.

Menkop bersama pengurus mes ( Humas Kemenkop)

Ferry juga mengungkapkan bahwa Kemenkop bersama MES, Baznas, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama, dan Danantara tengah menggalang kekuatan untuk mengoperasikan unit-unit koperasi di kawasan masjid.

Ia mendorong MES Jawa Barat untuk membuat percontohan koperasi berbasis masjid agar tempat ibadah tidak hanya menjalankan fungsi ritual, tetapi juga memiliki badan usaha mandiri guna memajukan ekonomi umat.

Ia menyebut KDKMP diberikan mandat menyalurkan barang-barang bersubsidi (seperti LPG 3 kg, beras, minyak goreng, dan pupuk) serta bantuan sosial (BLT, bansos, dan bantuan pangan non-tunai) secara langsung kepada masyarakat.

Ia meyakini bahwa penguatan KDKMP dan keterlibatan aktif organisasi seperti MES akan menjadi game changer bagi pemerataan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, dan perputaran uang di tingkat desa.

“MES hadir sebagai organisasi inklusif yang menghimpun sumber daya yang ada dan membangun sinergi di antara para pemangku kepentingan dalam rangka mengembangkan dan membumikan ekonomi syariah,” ucap Ferry.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut positif komitmen kepengurusan baru MES Jawa Barat. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat, Sumasna, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat, menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan.

Sumasna memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada Triwulan I 2024 mencatatkan performa positif sebesar 5,79 persen (di atas rata-rata nasional 5,11 persen).

Pemprov Jawa Barat berharap MES dapat mengambil peran strategis sebagai jembatan yang menghubungkan pemerintah, regulator (BI dan OJK), pelaku usaha, akademisi, hingga pesantren.

Ketua Umum PW MES Jawa Barat, Hari Maksum, mengungkapkan bahwa Jawa Barat memang memiliki catatan prestasi membanggakan, salah satunya mempertahankan gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah selama dua tahun berturut-turut.

“MES Jawa Barat meluncurkan empat program prioritas yang akan dijalankan selama masa bakti 2024–2029, yakni peluncuran Wakaf Dana Abadi MES, Ekonomi Hijau, Peningkatan Literasi dan Inklusi, serta Pemberdayaan Umat,” ucapnya.

Berita terkait

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Landak - Spektroom : Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan perempuan di Desa Paloan, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, memilih merayakan kemerdekaan dengan cara berbeda. Sebanyak 300 perempuan mengikuti pelatihan literasi keuangan yang digelar Yayasan Karya Dua Anyam (YKDA) bersama Pemerintah

Apolonius Welly, Buang Supeno
BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Jember – Spektroom: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (18/08/2026). Kegiatan tersebut merupakan pendistribusian bantuan air bersih ke-3 di wilayah Desa Kaliwining. Berdasarkan

Budi Sucahyono, Buang Supeno