Mewakili Menteri Pertanian, Staf Khusus Mentan Panen Raya Bawang Merah di Bantul
Bantul-Spektroom ; Panen raya bawang merah di Dusun Bungkus, Bulak, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan hasil menggembirakan.
Produktivitas bawang merah di kawasan tersebut mencapai sekitar 20–21 ton per hektare.
Capaian itu dinilai memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi Bantul sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.
Panen raya diawali dengan suguhan musik lesung yang dibawakan ibu-ibu PKK Dusun Bungkus. Kegiatan tersebut dihadiri Agung Sunusi, Direktur Sayuran dan Tanaman Lokal Kementerian Pertanian, yang hadir mewakili Menteri Pertanian.
Agung mengatakan, produktivitas bawang merah di kawasan tersebut telah mencapai sekitar 20–21 ton per hektare. Petani juga mulai memanfaatkan teknologi agro-electrifying untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk.
“Produktivitas bawang merah sudah mencapai sekitar 20 ton per hektare. Dengan pemanfaatan teknologi, efisiensi penggunaan air dan pupuk dapat terus ditingkatkan sehingga produksi semakin optimal,” ujar Agung.
Panen bawang merah berlangsung di kawasan lahan sekitar 200 hektare. Dengan produktivitas rata-rata mencapai 21 ton per hektare, kawasan tersebut memiliki potensi produksi yang cukup besar dan diharapkan berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, hasil panen bawang merah tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras petani, dukungan pemerintah, serta keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan sektor pertanian.
“Hasil panen saat ini sangat baik dibandingkan tahun kemarin. Ini menjadi salah satu andalan daerah Bantul dan merupakan hasil kerja keras para petani serta seluruh pihak yang berkaitan dengan sektor pertanian,” katanya.
Abdul Halim menambahkan, tingginya produksi pertanian turut memperkuat kontribusi sektor tersebut terhadap pendapatan daerah. Bahkan, sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD) Bantul.
Selain bawang merah, produksi padi di Bantul juga telah mengalami surplus. Menurutnya, peningkatan produktivitas tersebut menunjukkan bahwa penerapan rekayasa teknologi mulai memberikan dampak terhadap hasil pertanian.
“Produksi padi juga sudah surplus. Peningkatan ini menunjukkan bahwa rekayasa teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.
Namun, peningkatan produksi masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satunya ancaman rob yang setiap tahun berpotensi mengganggu kawasan pesisir Bantul.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat infrastruktur pengendalian air, termasuk pembangunan dan peningkatan tanggul.
Selain infrastruktur, peningkatan kualitas benih bawang merah juga menjadi kebutuhan agar produktivitas dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Pemerintah bersama petani dan pihak terkait diharapkan terus memperkuat penerapan teknologi budidaya, kualitas benih, serta infrastruktur pertanian.
Dengan langkah tersebut, produktivitas dapat terjaga dan peningkatan hasil panen diharapkan semakin berdampak pada kesejahteraan petani.