Minggu Kasih: Kapolda Maluku Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Jangan Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Teruji
Ambon-Spektroom : kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat untuk menjaga kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum teruji kebenarannya. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Minggu Kasih bersama jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Efrata Pandan Kasturi, Klasis Pulau Ambon Timur, Minggu (25/10/2026).
Kapolda menegaskan, perbedaan pandangan dan persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus disikapi dengan kepala dingin, komunikasi terbuka, serta semangat saling menghormati. Persoalan yang semestinya dapat diselesaikan melalui dialog berpotensi berkembang menjadi konflik apabila direspons dengan emosi, kesalahpahaman, atau informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.15–09.25 WIT tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus memperkuat pesan persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial. Pendekatan ini sejalan dengan upaya Polri membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang humanis dan dialogis.
“Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi persoalan besar hanya karena kita tidak mampu mengendalikan emosi dan tidak mau saling memahami. Mari kita mengedepankan dialog, persaudaraan, toleransi, dan penyelesaian masalah secara damai,” pesan Kapolda dalam sambutannya.
Kapolda Maluku mengingatkan bahwa menjaga keamanan dan kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, dan warga memiliki peran penting dalam mencegah perselisihan serta memelihara keharmonisan sosial.
Menurutnya, konflik dapat menimbulkan dampak luas, bukan hanya bagi pihak yang terlibat langsung, tetapi juga bagi kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Waktu, tenaga, dan sumber daya yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan serta mendukung pembangunan dapat tersita untuk memulihkan keadaan akibat konflik.
Karena itu, Kapolda mengajak masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan ketika menerima informasi yang berpotensi memicu perselisihan. Informasi perlu diperiksa kebenarannya sebelum dipercaya atau disebarluaskan, sementara setiap perbedaan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan dialog yang sehat.
Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol Rositah UmasugiS.I.K., menegaskan bahwa komunikasi yang baik dan partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
“Menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis, dialog, dan semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mengajak warga untuk menjaga persaudaraan, tidak mudah terprovokasi, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan mengedepankan komunikasi dan cara-cara damai,” ujar Rositah.
Kegiatan Minggu Kasih di Gereja GPM Efrata Pandan Kasturi dihadiri Kapolda Maluku beserta istri, Ny. Novi Saragih Nainggolan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku beserta istri, Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Maluku, Kepala Sekretariat Umum Polda Maluku, Koordinator Staf Pribadi Pimpinan Polda Maluku, sejumlah personel Polda Maluku, serta Pendeta Jemaat GPM Pandan Kasturi, Pendeta J. Paais, S.Th., bersama para pendeta, majelis, diaken, perangkat gereja, dan jemaat.