Moment langka dan Penuh Antusias, Wamenko Pangan Ajak Siswa MAN 2 Pekanbaru Ambil Peran Strategis
Pekanbaru-Spektroom:
Suasana berbeda terasa di MAN 2 Pekanbaru saat Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq hadir langsung di tengah siswa, Kamis, (30/04/2026).
Kunjungan yang terbilang jarang ini disambut hangat dan penuh antusias, sekaligus menjadi momentum membakar semangat generasi muda menuju swasembada pangan dan Indonesia Emas 2045.
Sejak pagi, lingkungan madrasah tampak semarak. Barisan siswa menyambut dengan tertib, diiringi penampilan seni dan yel-yel yang menggambarkan semangat kebersamaan. Kehadiran pejabat tingkat nasional ini menjadi pengalaman berharga yang jarang terjadi bagi warga sekolah.
Kepala MAN 2 Pekanbaru, H Ghafardi menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kunjungan tersebut. Dirinya menilai, kehadiran Wamenko Pangan momen langka kehormatan yang menjadi motivasi nyata bagi peserta didik untuk memperluas wawasan dan keberanian mengambil peran dalam isu strategis bangsa.
"Kehadiran Bapak Wamenko merupakan kehormatan luar biasa sekaligus motivasi besar bagi kami. Kami berkomitmen untuk menjadikan MAN 2 Pekanbaru tidak hanya sebagai tempat menuntut ilmu agama dan sains, tetapi juga sebagai rumah pembentukan karakter di mana siswa melek terhadap isu kedaulatan pangan dan kelestarian lingkungan demi masa depan bangsa" ujarnya.
Kehadiran Wamenko Nurofiq bertujuan untuk memberikan edukasi dalam kegiatan Literasi Ketahanan Pangan kepada ratusan siswa dan tenaga pendidik.
Dalam narasinya, Hanif Faisol menyampaikan kabar gembira bahwa, Indonesia telah resmi dinyatakan mencapai swasembada pangan. Fokus utama pencapaian ini terletak pada dua komoditas strategis, yakni padi dan jagung.
"Capaian ini adalah fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Kita tidak lagi bergantung sepenuhnya pada impor untuk kebutuhan pokok, dan ini adalah modal utama kita menuju masa depan," ujar Hanif di hadapan para siswa.
"Ketahanan pangan dan ketahanan lingkungan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Jika lingkungan kita bersih dan sehat, maka produktivitas bangsa juga akan meningkat," tutupnya.
Kegiatan literasi ini ditutup dengan sesi dialog interaktif, di mana para siswa MAN 2 Kota Pekanbaru tampak antusias bertanya mengenai peran pemuda dalam menjaga kedaulatan pangan di mas
Dalam dialognya, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar target pemerintah, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan kontribusi lintas generasi. Nurofiq mendorong para siswa untuk mulai peduli dan terlibat, setidaknya dari lingkungan terdekat.
“Kalian adalah generasi penentu. Jika sejak sekarang sudah punya kesadaran dan kepedulian, maka cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan hal yang jauh,” tegasnya.
Wamenko juga menyoroti pentingnya membangun pola pikir produktif dan inovatif, terutama dalam menghadapi tantangan global di sektor pangan yang semakin kompleks.
Kunjungan singkat namun sarat makna ini meninggalkan kesan mendalam. Bagi MAN 2 Pekanbaru, momen langka tersebut bukan hanya kebanggaan, tetapi juga titik awal menumbuhkan generasi yang siap terlibat langsung dalam mewujudkan kemandirian bangsa. (Polin-Humas MAN2 Pbr)