Momentum HUT Kota, Pemkot Palangka Raya Titipkan Harapan Keberlanjutan di Teluk Kaja
Kepala Dinas Perikanan kota Indriarti Ritadewi : "memberikan manfaat jangka panjang, kelestarian lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat."
Palangka Raya-Spektroom : Peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan perjalanan sebuah kota. Di Teluk Kaja, Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Kamis (23/7/2026), momentum tersebut diwujudkan melalui aksi nyata menjaga alam dengan menebar 325 ribu benih ikan sebagai investasi bagi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, pemerintah melakukan restocking atau penebaran 300.000 ekor benih ikan betok dan 25.000 ekor benih ikan gabus di perairan umum Teluk Kaja. Seluruh benih ikan merupakan bantuan dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sungai, penebaran benih ikan bukan sekadar menambah populasi ikan. Langkah tersebut menjadi ikhtiar menjaga agar perairan tetap produktif, kelestarian hayati terpelihara, dan hasil tangkapan tetap mampu menopang kebutuhan hidup warga hingga masa mendatang.
Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi, mengatakan kegiatan restocking merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus meningkatkan populasi ikan di perairan umum yang mengalami penurunan stok.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat populasi ikan di perairan umum sekaligus menjaga kelestarian ekosistem perairan. Restocking menjadi bagian dari upaya pemulihan sumber daya ikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia menjelaskan, penebaran benih ikan bertujuan meningkatkan stok ikan tangkapan, menjaga keanekaragaman hayati perairan, serta mendukung peningkatan produksi perikanan guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari perairan umum melalui hasil tangkapan yang berkelanjutan.
Menurut Indriarti, keberhasilan program restocking tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian perairan dengan tidak melakukan penangkapan ikan secara merusak maupun aktivitas lain yang mengganggu keseimbangan ekosistem.
"Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga perairan umum agar benih ikan yang ditebar dapat tumbuh dengan baik, berkembang biak, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Momentum hari jadi kota ini pun menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga lewat upaya merawat sumber daya alam. Sungai yang lestari akan terus menghadirkan kehidupan, menjadi sumber pangan, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus mewariskan harapan bagi generasi yang akan datang. (Polin-Nitra)