Muhadjir Effendy: Usia 70 Tahun PCM Kebayoran Baru Jangan Pernah Merasa Tua

Muhadjir Effendy: Usia 70 Tahun PCM  Kebayoran Baru Jangan Pernah Merasa Tua
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy meresmikan Gedung Limones di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Foto: IIS/Spektroom).

Jakarta – Spektroom: Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, meresmikan Gedung Limones di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026).

Gedung enam lantai tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi siswa SMA Muhammadiyah III Jakarta.

Dirinya, menilai pembangunan fasilitas pendidikan itu menjadi bukti perkembangan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan.

Menurutnya, memasuki usia 70 tahun PCM Kebayoran Baru, bukan alasan berhenti berinovasi. Justru, harus menjadi momentum memperkuat gerakan dakwah, terutama melalui pendekatan berbasis komunitas.

"Kebetulan, tahun ini bertepatan dengan usia saya yang ke-70 tahun juga. Jadi, usia PCM Kebayoran Baru juga sama-sama 70 tahun dengan usia saya. Ini tentu menjadi sesuatu yang menarik dan akan selalu saya kenang," ucap, Muhadjir Effendy.

Dirinya, berpesan jangan pernah merasa tua. Usia 70 tahun masih muda bagi sebuah lembaga. PCM Kebayoran Baru ke depan terus menghadirkan terobosan yang inovatif, terutama dalam dakwah komunitas.

"Muhammadiyah merupakan organisasi yang kuat dengan karakter perkotaan. Karena itu, gerakan dakwah perlu semakin mampu menjangkau berbagai komunitas di wilayah perkotaan, termasuk di DKI Jakarta dan Jakarta Selatan," imbuhnya.

Muhajir, juga mendorong Muhammadiyah untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah. Jangan menjaga jarak dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Bukan berarti kita tidak boleh kritis. Sikap kritis itu penting, tetapi jangan menjaga jarak,” tandasnya.

Dirinya juga menegaskan, kerja sama tersebut sejalan dengan kepribadian Muhammadiyah yang menempatkan organisasi sebagai mitra pemerintah, memelihara dan membina negara, sekaligus tetap menjalankan fungsi korektif secara bijaksana.

"Sesuai dengan 10 Sikap Kepribadian Muhammadiyah, pada poin kesembilan disebutkan Muhammadiyah membantu pemerintah dan bekerja sama dengan pihak lain dalam memelihara dan membina negara untuk mencapai tujuan negara yang adil dan makmur," ujarnya.

Sementara Ketua PCM Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahmad Syaid Matondang, mengatakan posisi Kebayoran Baru di jantung ibu kota menjadi tantangan tersendiri bagi gerakan dakwah Muhammadiyah. Karena itu, berupaya mengembangkan dakwah berbasis komunitas agar lebih dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan fun run dan fun walk yang melibatkan komunitas, orang tua, serta masyarakat umum.

“Kita ingin merangkul semuanya agar dakwah Muhammadiyah diterima di setiap lini, dimanapun masyarakat berada,” ujarnya.

Dalam rangkaian Milad PCM Kebayoran Baru ke-70 bertema “Memajukan Kebayoran, Menggerakkan Peradaban”. PCM Kebayoran Baru juga meluncurkan sejumlah buku yang merekam perjalanan organisasi selama tujuh dekade.

Momentum milad juga ditandai dengan peluncuran Gedung Limones sebagai bagian dari penguatan sarana pendidikan Muhammadiyah.

Berita terkait

TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yayan Ruchyansah mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026. Rakor TPID tersebut dirangkai dengan Pembahasan Verifikasi dan Validasi Terkait KDMP Serta Penandatanganan Surat Keputusan Bersama Ruang Bersama

Anggoro AP