MUI DKI dan Pemprov Jakarta Siapkan Gerakan Wakaf Pohon Hadapi Krisis Ekologi

MUI DKI dan Pemprov Jakarta Siapkan Gerakan Wakaf Pohon Hadapi Krisis Ekologi
Peserta Seminar Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar MUI DKI Jakarta. (Foto: IIS/Spektroom).

Jakarta - Spektroom : Menjaga Jakarta tetap hijau tidak hanya membutuhkan kebijakan dan pembangunan infrastruktur. Kesadaran masyarakat juga menjadi kunci. Berangkat dari semangat itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menggagas gerakan wakaf dan sedekah pohon sebagai bagian dari ikhtiar menjaga lingkungan sekaligus menguatkan nilai keagamaan.

Gagasan tersebut dibahas dalam seminar nasional dan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar MUI DKI Jakarta melalui Bidang Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan (Kajiliti).

Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta, KH Auiza’i Mahfudz, mengatakan gerakan penghijauan perlu dilihat bukan semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dalam menjaga bumi.

“Menjaga lingkungan adalah bagian daripada doktrin agama, sekaligus dukungan kita kepada pemerintah dalam menjalankan program penghijauan,” ujarnya di Jakarta,Kamis, ( 10/9/2026)

Menurut, Auiza’i, MUI masih mengkaji bentuk gerakan tersebut, apakah akan menggunakan konsep wakaf pohon atau sedekah pohon. Pembahasan akan melibatkan bidang fatwa serta sejumlah pihak terkait agar konsep yang dihasilkan sesuai dengan prinsip syariah.

Ketua Bidang Kajiliti MUI DKI Jakarta, Haji Andi Haromain, mengatakan FGD ditargetkan menghasilkan rekomendasi dan roadmap pelaksanaan gerakan penghijauan di Jakarta.

“FGD ini akan memberikan rekomendasi dan roadmap untuk melakukan gerakan wakaf atau sedekah pohon di Jakarta,” katanya.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai gerakan MUI DKI sejalan dengan program Pemprov DKI dalam menjaga Jakarta sebagai kota pesisir.

Menurut Ali, persoalan abrasi dan penurunan muka tanah tidak cukup diatasi melalui pembangunan tanggul, pompa, maupun infrastruktur lainnya. Penguatan ekosistem, termasuk rehabilitasi mangrove, juga diperlukan.

“Untuk menjaga kota ini tidak bisa hanya dengan pemerintah. Gerakan ini membutuhkan kesadaran masyarakat dan dukungan tokoh agama,” ujarnya.

Wakil Ketua MUI DKI Jakarta sekaligus Ketua FKUB DKI Jakarta, KH Yusuf Aman, menegaskan penghijauan dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui rooftop, vertical garden, masjid, pesantren, maupun ruang terbuka hijau.

Ia juga membuka peluang keterlibatan dunia usaha melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk mendukung penghijauan di kawasan Jakarta.

Sementara itu, Ketua Panitia FGD, KH Furobi, mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 750 bibit durian. Penanaman mangrove juga akan dilakukan melalui kolaborasi dengan komunitas.
Hasil FGD selanjutnya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta, termasuk mengenai lokasi, mekanisme, dan waktu pelaksanaan gerakan penghijauan.

MUI DKI berharap gerakan tersebut berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, ulama, dunia usaha, komunitas, tempat ibadah, hingga masyarakat luas.

Berita terkait

Pemprov Kepri Perkuat Kerjasama dengan PT Taspen untuk Perlindungan dan Jaminan Kesejahteraan bagi ASN

Pemprov Kepri Perkuat Kerjasama dengan PT Taspen untuk Perlindungan dan Jaminan Kesejahteraan bagi ASN

Kepri–Spektroom : Komintmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Taspen tentang penyelenggaraan produk asuransi bagi ASN. Penandatanganan kerja sama tersebut disejalankan dengan pembukaan Taspen Safety Day 2026 yang digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (10/

Desmawati, Rafles
Lemhannas Studi Strategis Pengembangan Energi Terbarukan di Surakarta

Lemhannas Studi Strategis Pengembangan Energi Terbarukan di Surakarta

SURAKARTA – Spektroom: Upaya Kota Surakarta mengembangkan energi terbarukan dan mendorong kemandirian energi mendapat perhatian dalam kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXX Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tahun Anggaran 2026. Rombongan SSDN P4N LXX Lemhannas RI dipimpin Marsekal Muda TNI Paminto

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas