Munas XIII Mudir Ma’had Ditutup, PTKIN Sepakat Perkuat Ekosistem Pendidikan Islam

Munas XIII Mudir Ma’had Ditutup, PTKIN Sepakat Perkuat Ekosistem Pendidikan Islam
Foto bersama penutupan Munas XIII Mudir Ma'had di Palangka Raya. (Foto: dok humas UIN Pky)

Palangka Raya-Spektroom : Lebih dari 120 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia berkumpul di Palangka Raya untuk membahas masa depan Ma’had Al-Jami’ah. Forum yang mempertemukan para mudir, pengelola ma’had, akademisi, dan peserta Musabaqah Ilmiyah itu resmi ditutup di Hotel Luwansa Palangka Raya, Rabu (19/8/2026).

Munas XIII Mudir Ma’had dan Musabaqah Ilmiyah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia 2026 yang digelar UIN Palangka Raya tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Dari forum musyawarah lahir sejumlah rekomendasi untuk memperkuat posisi Ma’had Al-Jami’ah dalam ekosistem pendidikan tinggi Islam nasional.

Ketua Asosiasi Mudir Ma’had Al-Jami’ah Nasional (AMMAN), Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag., menyampaikan salah satu rekomendasi utama adalah perlunya pengakuan kelembagaan yang lebih kuat dari Kementerian Agama RI terhadap keberadaan Ma’had Al-Jami’ah.

Pengakuan tersebut dinilai penting untuk memperkuat dukungan kebijakan, menjamin keberlanjutan program, sekaligus memperluas peran ma’had dalam membentuk mahasiswa yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas.

Rekomendasi itu merupakan hasil Focus Group Discussion yang menjadi bagian dari rangkaian Munas. AMMAN juga menyampaikan apresiasi kepada UIN Palangka Raya yang menjadi tuan rumah serta berharap forum tersebut memperkuat jejaring ma’had dan sinergi dengan Kementerian Agama.

Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, S.H.I., M.H.I., menyambut kehadiran seluruh delegasi. Menurutnya, pertemuan nasional tersebut menjadi momentum menyatukan langkah dalam memperkuat Ma’had Al-Jami’ah sebagai bagian penting pendidikan tinggi Islam.

“Esensi penting dari sebuah kelembagaan Islam adalah nilai-nilai kemajuan akademik juga harus dimotori dengan semangat spiritualitas yang baik. Pada akhirnya, semangat tersebut bermuara pada hadirnya pesantren di lingkungan kampus, yang diwujudkan melalui Ma’had Al-Jami’ah,” tuturnya.

Dalam forum tersebut, Rektor juga memaparkan sejumlah perkembangan UIN Palangka Raya, antara lain transformasi menjadi universitas, pembangunan gedung SBSN Hasupa dan Hasundau, pembukaan sembilan program studi baru, serta usulan Fakultas Sains dan Teknologi.

Peserta Forum berdiri saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di hotel Luwansa Palangka Raya. (Foto: dok humas UIN Pky)

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., menegaskan pentingnya ma’hadisasi, yakni penguatan keberadaan Ma’had Al-Jami’ah di setiap kampus PTKI.

Menurutnya, ma’had memiliki posisi strategis dalam mempertemukan ilmu keagamaan dengan ilmu sosial, humaniora, dan sains melalui ekosistem pendidikan yang terintegrasi.

“Pertemuan keilmuan itu hanya bisa tumbuh dan berkembang di sini,” tegasnya.

Penutupan turut dihadiri Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah H. Muhammad Yusi Abdhian, jajaran pimpinan UIN Palangka Raya, Ketua dan penasihat AMMAN, Guru Besar UIN Mataram, serta civitas akademika dan peserta Musabaqah Ilmiyah Ma’had Al-Jami’ah se-Indonesia.

(Polin-Hms)

Berita terkait

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Pasaman Barat-Spektroom : Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto meninjau kesiapan lahan pembangunan Sekolah Rakyat sekaligus rencana pembangunan jembatan penghubung Kampung Cubadak-Kampung Sipirok, Senin (14/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi serta mematangkan perencanaan teknis kedua program pembangunan tersebut. Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Rafles
Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Ambon-Spektroom : Aktivitas Galian C di Desa Poka, Kota Ambon, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena. Ia meminta DPRD dan Pemerintah Kota Ambon tidak sekadar membicarakan persoalan tersebut, tetapi segera memastikan dampaknya terhadap lingkungan melalui kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. Bodewin menyampaikan hal itu usai Rapat Paripurna ke-5

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru