Musim Liburan Tiba, Dompet Menjerit : Dilema Orang Tua di Tengah Lesunya Ekonomi
Oleh : Heriyoko - Jurnalis Spektroom
Jakarta - Spektroom : Akhir tahun ajaran selalu menjadi momen yang mendebarkan sekaligus membahagiakan bagi pelajar SD, SMP, hingga SMA. Pembagian rapor, kenaikan kelas, dan libur panjang adalah waktu yang tepat untuk berkumpul dan berekreasi bersama orang tua.
Namun, apa daya, momen liburan kali ini terasa berat bagi sebagian besar masyarakat yang kesulitan mencari nafkah di tengah lesunya daya beli.
Beban ini dirasakan oleh berbagai kalangan, termasuk para pengemudi ojek motor online. "Sekarang susah Pak cari duit... ada sewa (penumpang), tapi lebih banyak gacor-nya (sepi)," keluh seorang pengemudi saat menanggapi sepinya orderan jelang liburan.
Akibatnya, pendapatan mereka menyusut drastis, membuat rencana rekreasi bersama anak terpaksa dikubur dalam-dalam.
Beban yang sama juga menghantam para orang tua mahasiswa yang harus memutar otak untuk membayar uang semester anak mereka.
Kondisi sulit ini dipicu oleh kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi yang memakan porsi pengeluaran jauh lebih besar.
Akibatnya, uang yang tersisa untuk tabungan sangat minim atau bahkan habis tak tersisa. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut memperparah keadaan, memicu lonjakan harga barang impor dan biaya produksi.
Di tengah himpitan ini, banyak orang terjebak dalam siklus "makan utang" melalui fasilitas PayLater dan pinjaman online (pinjol) berbunga tinggi demi menutupi biaya hidup.
Pembayaran digital dan sistem berlangganan (subscription) sering kali menghilangkan efek jera saat bertransaksi, membuat pengeluaran kecil tak terasa menumpuk dan membebani arus kas bulanan.
Fenomena ini sejalan dengan pergeseran demografi di mana jumlah kelas menengah menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok ini menjadi yang paling rentan karena tidak memiliki bantalan ekonomi yang kuat.
Bagi Anda yang merasakan dampak langsung dari kondisi ini, mengelola keuangan dengan bijak bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan agar tidak terjerat utang berkepanjangan.
Prioritaskan kebutuhan pokok, hindari penggunaan utang konsumtif untuk liburan, dan mulailah membuat pos anggaran khusus guna mencegah kebocoran finansial.
Solusi Alternatif Liburan Hemat :
Jangan memaksakan diri pergi ke tempat mahal hanya karena melihat unggahan orang lain di media sosial.
Kunjungi taman umum gratis terdekat dan bawalah bekal makanan serta tikar dari rumah.
Ajak anak bersepeda, jalan santai, atau bermain bulu tangkis di area terbuka sekitar rumah.
Jika harus bepergian agak jauh, gunakan bus atau kereta komuter yang tarifnya jauh lebih ramah di kantong.(**).