Musprov IWbA Sumbar Digelar di UNP, Woodball Siap Debut di Porprov 2026

Musprov IWbA Sumbar Digelar di UNP, Woodball Siap Debut di Porprov 2026
Musprov IWbA di UNP dihadiri oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus. (Foto: Agoes/KONI Sumbar)

Padang–Spektroom : Pengurus Provinsi Indonesia Woodball Association (IWbA) Sumatera Barat menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (4/6/2026). Musprov yang mengusung tema “Melalui Musprov IWbA Sumbar: Perkuat Organisasi Kembangkan Woodball Sebagai Olahraga Masyarakat dan Olahraga Prestasi” itu dihadiri pengurus provinsi dan pengurus cabang IWbA kabupaten/kota se-Sumbar. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar sekaligus Ketua Steering Committee (SC) Porprov 2026 Septri, Dekan FIK UNP Nurul Ihsan, Tim Humas KONI Sumbar Agusmanto, serta jajaran pengurus IWbA Sumbar. Ketua Umum IWbA Sumbar, Muhamad Sazeli Rifki, mengatakan Musprov menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus mengembangkan olahraga woodball di Sumbar. “Woodball akan dipertandingkan untuk pertama kalinya pada Porprov Sumbar 2026. Mudah-mudahan melalui Musprov ini organisasi semakin berkembang, maju, dan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan,” katanya. Ia menjelaskan, IWbA Sumbar terus menunjukkan perkembangan sejak terbentuk. Organisasi tersebut sukses menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) perdana pada 9-10 Desember 2023 di Kampus II FIK UNP Lubuk Buaya, Padang, yang diikuti 12 perwakilan kabupaten dan kota di Sumbar. Selain itu, IWbA Sumbar juga aktif mengirimkan atlet untuk mengikuti berbagai ajang nasional, termasuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Yogyakarta hingga tahapan kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Sementara itu, Dekan FIK UNP, Nurul Ihsan, menyambut baik pelaksanaan Musprov tersebut. Ia menegaskan FIK UNP siap mendukung perkembangan woodball di Sumbar. “Kita sambut dengan senang hati. Fasilitas yang ada di FIK UNP siap digunakan untuk pelaksanaan Musprov bahkan untuk Porprov nantinya. Kerja sama antara FIK UNP dan IWbA Sumbar ke depan juga diharapkan semakin erat,” ujarnya. Di kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menilai keberadaan para akademisi olahraga dalam kepengurusan cabang olahraga menjadi kekuatan tersendiri bagi kemajuan olahraga di Ranah Minang. “Saya tidak kesepian lagi di KONI Sumbar. Banyak ahli olahraga yang ikut berkecimpung bersama kita dalam kepengurusan. Olahraga ingin kita identikkan dengan akademis agar sinkronisasinya jelas,” katanya. Menurut Hamdanus, peran UNP, khususnya FIK, sangat besar dalam membantu kemajuan olahraga Sumbar dan mendukung program-program KONI. “Kita punya target kembali masuk 10 besar pada PON NTT-NTB. Target kita meraih 20 medali emas. Terakhir kali Sumbar masuk 10 besar pada tahun 1985 dengan peringkat ketujuh,” ujarnya. Ia berharap IWbA Sumbar dapat semakin mengokohkan eksistensi olahraga woodball di daerah dan ikut berkontribusi dalam mewujudkan kejayaan olahraga Sumbar di tingkat nasional. “Semoga IWbA semakin mengokohkan olahraga di Sumbar dan ikut membawa daerah ini menuju kejayaan olahraga yang kita cita-citakan bersama,” tutupnya. (RRE/Agoes)

Berita terkait

Pemprov DKI Kolaborasi  BI dan OJK  Akan Gelar Jakarta Creative Festival 2026

Pemprov DKI Kolaborasi BI dan OJK Akan Gelar Jakarta Creative Festival 2026

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan berkolaborasi menggelar Jakarta Creative Festival (JCF) 2026 pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan festival tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat dan mengembangkan potensi ekonomi

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti
Babinsa Jajaran Kodim 1425/ Jeneponto Perkuat Basis Data Balita Percepatan Penanganan Stunting

Babinsa Jajaran Kodim 1425/ Jeneponto Perkuat Basis Data Balita Percepatan Penanganan Stunting

Jeneponto- Spektroom :Babinsa jajaran Kodim 1425/Jeneponto melaksanakan pendampingan kegiatan validasi dan pengukuran ulang serentak data balita kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan stunting di wilayah binaan masing-masing. Kegiatan ini berlangsung di sejumlah desa dan kelurahan sebagai bagian dari upaya memperbarui data lapangan agar sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Dalam

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti