Musrenbang RKPD Kabupaten Kendal Sertakan Perwakilan Penyandang Disabilitas
Kendal-Spektroom : Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari membuka Musrenbang di Pendapa Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (15/4/2026).
Perwakilan penyandang disabilitas dan pemuda mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kendal tahun 2027.
Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Kendal, Ahmad Sahrozi mengatakan, hal yang disampaikan pada Musrenbang diantaranya terkait pelayanan publik yang ramah disabilitas, baik kondisi gedung maupun pelayanannya.
Harapannya, agar diperbanyak fasilitas umum yang ramah disabilitas.
"Penyandang disabilitas agar dilibatkan secara langsung dalam pembangunan, sehingga bisa merasakan fasilitas yang akan digunakan," katanya yang mewakili kaum penyandang disabilitas.
Pihaknya juga akan menyampaikan agar Forum Disabilitas ada di tiap kecamatan dan desa. Selama ini Forum Disabilitas hanya di tingkat kabupaten.
"Perlu ada fasilitasi keterlibatan disabilitas di tingkat kecamatan dan desa, karena setahu saya, selama ini Forum Disabilitas hanya di tingkat kabupaten," ujarnya.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kendal, Rizky Imhan R mengatakan, pada Musrenbang ini menyoroti program Kepemudaan dan kewirausahaan.
Salah satunya, agar Pemkab Kendal membangun Youth Center, sebagai tempat untuk mengekspresikan berbagai hasil karya anak-anak muda. Youth Center sebagai fasilitas bagi berbagai komunitas secara gratis.
"Tiap komunitas bisa mengekspresikan di tempat tersebut secara gratis, seperti komunitas tari, musik, fotografi untuk menampilkan karyanya secara gratis. Jika Youth Centre itu dapat menarik wisatawan lokal maupun luar daerah," katanya.
Rizky mengatakan, bahwa salah satu tugas Hipmi adalah mendorong perekonomian daerah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menebar virus kewirausahaan di kalangan pemuda, sehingga Pemkab Kendal agar memfasilitasi pusat pelatihan kewirausahaan.
"Kami mengajak lulusan SMA, SMK, pondok pesantren dan kampus, agar setelah lulus bisa jadi pengusaha. Keinginan kami, ada satu tempat sebagai pusat pelatihan kewirausahaan," ujarnya. (Fr)