Namarin Pertanyakan Konsolidasi Perusahaan Logistik Pelat Merah
Jakarta - Spektroom : Sebanyak 7 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor logistik resmi tergabung dalam satu entitas melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi.
ketujuh perusahaan logistik itu adalah Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.
Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi, mengatakan penggabungan perusahaan logistik pelat merah itu dinilai belum menjawab permasalahan yang ada.
“Perusahaan yang dikonsolidasi merupakan entitas menengah. Jika nanti pada tahap kedua digabung ke dalam PT Pos Indonesia, tetap saja porsi holding dalam bisnis logistik nasional membesar,” kata Siswanto dalam siaran pers yang diterima Spektroom, di Jakarta, Rabu, (02/07/2026).
Beberapa perusahaan logistik yang merupakan anak atau cucu dari Pertamina dan PLN belum tergabung dalam konsolidasi itu. Padahal, tegas Siswanto, perusahaan logistik yang ada pada kedua BUMN itu memiliki porsi yang besar.
Perusahaan pelat merah yang memiliki aktivitas logistik masif seperti Pertamina dan PLN, pada derajat tertentu juga memiliki sayap bisnis logistik tidak dikonsolidasi.
Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik, Daud Joseph mengatakan, PT Multi Terminal Indonesia sebagai entitas bertahan (surviving entity) menjadi wadah bagi ke- 7 perusahaan selama masa transisi.
“Jadi namanya adalah surviving entity atau 1 entitas yang bertahan. Jadi, surviving entity yang bertahan adalah PT Multiterminal Indonesia,” kata Daud.
Selama periode transisi, perusahaan yang tergabung dalam merger menjalankan proses integrasi dari sisi operasional, hukum, keuangan, hingga tata kelola sebelum memasuki tahap transaksi akhir.
Daud mengatakan penggabungan 7 perusahaan BUMN di sektor logistik merupakan langkah awal konsolidasi logistik nasional oleh Danantara Asset Management untuk membangun ekosistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi di Indonesia.
Sesuai dengan visi dan misi dari pemerintah yang ingin terjadi adanya efektivitas dan efisiensi dari proses logistik yang ada di negara ini. Dari sisi BUMN, Danantara menginginkan agar 7 perusahaan ini dapat menjadi 1 dan hari ini sudah mulai dilaksanakan.