Nampan Disulap Jadi Kanvas, Siswa MTsN 1 Kerinci Hasilkan Kreativitas Tanpa Batas

Nampan Disulap Jadi Kanvas, Siswa MTsN 1 Kerinci Hasilkan Kreativitas Tanpa Batas
Hasil karya seni dari kerja sama siswa dalam tugas ujian praktek seni lukis di atas media nampan anyam. (Foto: Humas MTsN1 Kerinci)

Kerinci-Spektroom: Ujian praktik tak selalu kaku dan panik, itu ada di MTsN 1 Kerinci. Siswa kelas IX justru bisa tampil kreatif dengan mengubah nampan anyaman menjadi media lukis yang unik dan bernilai seni.

Kegiatan ini jadi bukti bahwa pembelajaran seni tak sekadar teori. Siswa diberi ruang mengeksplorasi ide lewat media tak biasa, sekaligus melatih keberanian berekspresi. Dari tangan mereka lahir beragam karya mulai dari lanskap alam, nuansa senja, hingga permainan warna abstrak yang kuat secara visual.

Ibu Bela Syarifah, S.Pd mendampingi siswa dalam ujian praktik seni lukis. (Foto:Humas MTsN1 Kerinci)

Kepala MTsN 1 Kerinci, Khustian, S. Pd, M. Pd memberikan apresiasinya atas peran guru seni budaya juga krusial. Pendampingan yang konsisten membuat siswa berani mencoba, tidak takut salah, dan terus berkembang. Hasilnya terlihat jelas karya yang bukan hanya rapi, tapi punya karakter.

“Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga punya keberanian berkarya dan mengekspresikan diri,” ungkap Khustian Senin, (27/04/2026).

Keberhasilan karya-karya tersebut tidak terlepas dari bimbingan guru seni budaya, yaitu Ibu Bela Syarifah, S.Pd, Ibu Zulfadanti, S.Sn, dan Ibu Tia Ivontia Vita, S.Pd yang dengan penuh dedikasi membina dan mengarahkan siswa dalam proses berkarya.

Lebih dari sekadar penilaian, ujian praktik ini berfungsi sebagai proses pembelajaran utuh. Siswa belajar mengolah komposisi, memahami karakter media, hingga mengeksekusi ide menjadi karya nyata. Di sinilah nilai edukasinya, kreativitas diasah, ketekunan diuji, dan rasa percaya diri dibangun.

Lewat pendekatan seperti ini, madrasah membuktikan bahwa kreativitas bisa tumbuh dari hal yang ada dan sederhana. Nampan bukan lagi sekadar alat rumah tangga di tangan siswa, ia berubah jadi karya yang punya cerita dan nilai komoditi maupun seni. (Polin-Friss)

Berita terkait

Empat Pohon Mahoni di Kelok Macan Sawahlunto Ditebang, Warga Soroti Dugaan Pelanggaran dan Ancaman Longsor

Empat Pohon Mahoni di Kelok Macan Sawahlunto Ditebang, Warga Soroti Dugaan Pelanggaran dan Ancaman Longsor

Sawahlunto-Spektroom : Insiden penebangan pohon pelindung kembali terjadi di Kota Sawahlunto. Empat batang mahoni berusia puluhan tahun yang berada di kawasan Daerah Milik Jalan (DMJ) Kelok Macan, Dusun Karang Anyar, Desa Santur, Kecamatan Barangin, dilaporkan ditebang tanpa prosedur yang jelas pada Jumat 24 April 2026 lalu. Pohon-pohon tersebut diketahui merupakan bagian

Riswan Idris, Rafles