Nurochman Temui PKL Simpang Empat PATI, Tiga Lokasi Relokasi Mulai Dibahas

Nurochman Temui PKL Simpang Empat PATI, Tiga Lokasi Relokasi Mulai Dibahas
Wali Kota Batu Nurochman akhirnya menemui perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) Simpang Empat PATI (Panglima Sudirman–Trunojoyo–Indragiri) (foto: buang).

Batu - Spektroom : Wali Kota Batu Nurochman akhirnya menemui perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) Simpang Empat PATI (Panglima Sudirman–Trunojoyo–Indragiri) setelah para pedagang menunggu sekitar dua pekan sejak mengajukan surat permohonan audiensi. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Batu, Senin (22/6/2026).


Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Kota Batu Esty Dwiastuti, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dian Fachroni, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Batu Eko Suhartono, Ketua Paguyuban PKL Samuel Wajib, Sekretaris Paguyuban PKL Dwi Handoyono atau Oyong, serta Kayat Harianto.


Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan dialogis. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana relokasi para PKL menyusul proyek penataan Kawasan Simpang Empat PATI yang akan dibangun menjadi taman kota sebagai pintu gerbang Kota Batu dari arah barat.


Sekretaris Paguyuban PKL Simpang Empat PATI, Dwi Handoyono alias Oyong, mengungkapkan bahwa pemerintah menawarkan sejumlah alternatif lokasi relokasi. Sedikitnya ada tiga lokasi yang saat ini sedang dikaji, yakni kawasan Bukit Bintang, depan Polres Batu, dan depan Hotel Orchid.


“Ada rumah kosong, kalau itu memungkinkan akan ditempati dan dibantu Pemkot. Jadi masih ada beberapa alternatif lokasi yang sedang diupayakan pemerintah,” ujar Oyong.


Menurutnya, pemerintah juga membuka peluang lokasi lain yang dinilai layak untuk menampung para pedagang selama proses pembangunan berlangsung.


Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Batu Esty Dwiastuti menjelaskan bahwa proyek penataan Simpang Empat PATI dijadwalkan mulai dikerjakan pada akhir Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kerja.


Karena itu, kawasan yang akan dibangun harus sudah steril sebelum pekerjaan fisik dimulai. Para PKL diminta segera mengemasi bangunan maupun lapak usaha mereka agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal.


Meski demikian, pemerintah memastikan proses relokasi akan dilakukan secara humanis. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa pembongkaran akan dilaksanakan setelah melalui proses sosialisasi dan komunikasi dengan para pedagang.


Bahkan, pemerintah menjadwalkan pertemuan lanjutan pada Kamis (25/6/2026) pukul 09.00 WIB di Gedung Bina Praja. Pertemuan itu akan melibatkan seluruh PKL yang berada di kawasan Simpang Empat PATI sekaligus menjadi forum sosialisasi terkait rencana pembangunan dan relokasi.


Bagi para PKL, pertemuan tersebut menjadi angin segar setelah muncul kekhawatiran mengenai nasib usaha mereka. Sebagian besar pedagang telah berjualan di kawasan Simpang Empat PATI sejak tahun 2004 dan menggantungkan penghasilan keluarga dari aktivitas usaha di lokasi tersebut.


Mereka berharap Pemerintah Kota Batu dapat segera memberikan kepastian lokasi relokasi sehingga para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya sembari mendukung program penataan kawasan yang tengah disiapkan pemerintah.


Proyek penataan Simpang Empat PATI sendiri direncanakan menelan anggaran sekitar Rp10 miliar. Kawasan tersebut akan disulap menjadi taman kota yang diharapkan menjadi wajah baru pintu masuk Kota Batu dari sisi barat sekaligus mempercantik tata ruang perkotaan.

Berita terkait

Anak Yatim Piatu di Landak Akhirnya Kantongi Identitas Resmi,KIA dari Kejari

Anak Yatim Piatu di Landak Akhirnya Kantongi Identitas Resmi,KIA dari Kejari

Landak-Spektroom – Puluhan anak yatim piatu di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, yang selama ini belum memiliki identitas kependudukan resmi akhirnya mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA). Program tersebut difasilitasi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Landak bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Landak. Penyerahan KIA berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri

Apolonius Welly, Bian Pamungkas