Operasi Patuh Mansinam 2026 Menyasar Potensi Gangguan Kamtibmas & Tertib Lalu Lintas
Manokwari-Spektroom : Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menggelar Operasi Patuh Mansinam 2026 sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta mengurangi fatalitas korban di jalan raya.
Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Sulastiana mengatakan, operasi tahun ini tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelanggar, tetapi juga mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui edukasi, pendekatan persuasif, serta penegakan hukum yang humanis.
Hal itu disampaikan Sulastiana dalam amanatnya pada apel gelar pasukan Operasi Patuh Mansinam 2026, Senin, 26 Oktober 2026.
Menurutnya, penegakan hukum tetap diperlukan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penindakan tersebut diikuti perubahan perilaku dan menurunnya risiko kecelakaan. Operasi patuh tahun ini tentu mengacu pada hasil evaluasi ooerasi yang sama ditahun sebelumnya.
"Pelaksanaan Operasi Patuh Mansinam 2026 turut mengacu pada hasil evaluasi operasi tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan operasi sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas," tandas Sulastiana.
Berdasarkan evaluasi Operasi Patuh 2025, tercatat lima kejadian kecelakaan lalu lintas. Angka tersebut menurun dibandingkan 2024 yang mencapai delapan kejadian.
Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia, dimana pada 2024 tercatat tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, sedangkan pada 2025 jumlahnya turun menjadi satu orang.
Demikian pula, dari sisi kerugian material, terjadi penurunan dari Rp15,1 juta pada 2024 menjadi Rp7 juta pada 2025. Sedangkan dalam aspek penegakan hukum, selama Operasi Patuh 2025 petugas mencatat 442 pelanggar yang dikenai tilang manual dan 1.327 pelanggar yang diberikan teguran.
Wakapolda PB menekankan, agar seluruh satuan tugas tidak menjadikan jumlah penindakan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan operasi, karena keberhasilan dimaksud terlihat dari meningkatnya kepatuhan masyarakat, menurunnya angka pelanggaran, serta berkurangnya kecelakaan dan korban meninggal dunia di jalan raya.
“Ukuran keberhasilan dari meningkatnya kepatuhan, menurunnya pelanggaran, berkurangnya kecelakaan dan fatalitas, serta semakin baiknya perilaku berlalu lintas masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Mansinam 2026 yang digelar mulai 26 Oktober hingga 8 Nopember 2026, menyasar berbagai potensi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Sasaran operasi mencakup orang, lokasi, barang, benda, maupun kegiatan yang ditentukan berdasarkan karakteristik serta kondisi wilayah masing-masing.