Operasi Undercover Buy Berujung Penembakan, 2 Kg Sabu Diamankan di Perbatasan

Operasi Undercover Buy Berujung Penembakan, 2 Kg Sabu Diamankan di Perbatasan
Barang Bukti Sabu yang diamankan dalam operasi Ditres Narkoba Polda Kalbar. Foto: Bid Humas Polda Kalbar.

Pontianak-Spektroom : Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat kembali membongkar jalur peredaran narkotika lintas perbatasan. Sebanyak dua kilogram sabu asal Malaysia berhasil diamankan dalam operasi senyap yang berlangsung dramatis di wilayah Kabupaten Bengkayang, Jumat (08/05/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan jaringan narkoba di kawasan perbatasan. Informasi tersebut kemudian dikembangkan oleh tim Ditresnarkoba Polda Kalbar melalui proses pemetaan target dan penyelidikan intensif. Untuk menembus jaringan tersebut, polisi menerapkan strategi undercover buy atau pembelian terselubung.

Sejak 5 April 2026, petugas mulai membuntuti target utama berinisial “T” yang diduga menjadi penghubung transaksi sabu dari Malaysia menuju Kalimantan Barat. Setelah beberapa hari melakukan pengamatan, transaksi akhirnya disepakati.

Pada Kamis, 7 Mei 2026 sekitar pukul 14.42 WIB, petugas yang menyamar bertemu dengan “T” di sebuah warung pinggir jalan di Desa Sentangau Jaya, Bengkayang. Dalam pertemuan itu, “T” meminta bukti uang pembelian untuk difoto dan dikirimkan kepada kurir. Situasi berlangsung tegang karena petugas harus menjaga penyamaran sambil menunggu barang haram tersebut tiba di lokasi.

Menjelang malam sekitar pukul 19.30 WIB, seorang pria datang menggunakan sepeda motor Yamaha X-Ride sambil membawa kantong plastik merah muda.

Saat diperiksa, di dalam kantong tersebut ditemukan dua paket sabu dengan total berat sekitar dua kilogram. Namun situasi berubah cepat ketika tim lain bergerak melakukan penyergapan. Target utama berinisial “T” berhasil kabur ke arah hutan dan kini masuk daftar pencarian polisi. Sementara kurir yang membawa sabu mencoba meloloskan diri ke jalan raya.

Petugas sempat memberikan dua kali tembakan peringatan, namun tidak diindahkan. Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas terukur hingga pelaku berhasil dilumpuhkan dan diamankan bersama barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan awal, sabu tersebut diketahui berasal dari Malaysia dan diperoleh dari seseorang berinisial “A” di wilayah Jagoi Babang. Modus transaksi yang digunakan yakni sistem “bayar setelah laku”, dengan tersangka bertugas sebagai perantara antara pemasok dan calon pembeli.

Selain dua kilogram sabu, polisi turut menyita satu unit sepeda motor Yamaha X-Ride, dua unit telepon genggam, serta sejumlah plastik pembungkus yang diduga digunakan dalam jaringan distribusi narkotika.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Deddy Supriadi, mengatakan tersangka DN telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Bambang Suharyono, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi jaringan narkoba di Kalimantan Barat.

“Tersangka saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar dengan pengawasan ketat penyidik,” ujarnya.

Berita terkait

Pasca Penertiban Bangunan Liar, Pemko Pekanbaru akan Bangun Ruang Publik Baru 8 Hektare

Pasca Penertiban Bangunan Liar, Pemko Pekanbaru akan Bangun Ruang Publik Baru 8 Hektare

Pekanbaru-Spektroom : Kawasan di ujung Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang selama ini dipenuhi bangunan liar dan pagar beton ilegal mulai ditertibkan pemerintah kota. Lahan seluas sekitar delapan hektare itu nantinya direncanakan menjadi ruang terbuka publik sekaligus kawasan hijau bagi masyarakat. Penertiban dilakukan tim gabungan dari Satpol PP

Salman Nurmin, Rafles
RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Sukses Lakukan Operasi Bypass Jantung Masih Berdetak

RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Sukses Lakukan Operasi Bypass Jantung Masih Berdetak

Pekanbaru-Spektroom : Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau kembali mencatat perkembangan layanan kesehatan dengan keberhasilan melakukan operasi bypass jantung menggunakan teknik off pump atau tanpa mesin pengganti kerja jantung dan paru-paru. Operasi tersebut dilakukan tim dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular RSUD Arifin Achmad yang dipimpin Hariadi Hatta bersama

Salman Nurmin, Rafles