Trending

Optimalisasi Aset: BKAD NTB Kejar Target Triple Agenda di Tengah Pemangkasan Anggaran

Optimalisasi Aset: BKAD NTB Kejar Target Triple Agenda di Tengah Pemangkasan Anggaran
Kepala BKAD NTB, Dr. H. Nursalim, S.Sos., MM.saat menyampaikan target yang ingin di capai disaat pemangkasan anggaran (foto Diskominpotik ntb)

Mataram-Spektroom : Menyikapi pemangkasan dana Transfer Ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah progresif menuju kemandirian fiskal. Melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Pemprov NTB melakukan perombakan besar-besaran pada tata kelola aset daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Kepala BKAD NTB, Dr. H. Nursalim, S.Sos., MM., menegaskan bahwa pihaknya kini berperan sebagai pilar krusial untuk menjaga agar program strategis daerah tetap berjalan sesuai rencana (on the track). BKAD juga berfungsi sebagai perpanjangan tangan pusat dalam mengevaluasi APBD di 10 kabupaten/kota agar selaras dengan "Triple Agenda".

​“Kami memastikan 10 kabupaten/kota berada dalam satu gerbong. Dengan intervensi bersama, beban pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan stunting akan terasa lebih ringan karena dikeroyok bersama melalui satu kebijakan,” ujar Nursalim di Mataram, Rabu (8/4/2026).

​Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah aset-aset potensial yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal bagi PAD. BKAD kini membidik sejumlah aset untuk program hilirisasi guna menciptakan efek berganda (multiplier effect).
​Beberapa titik fokus tersebut antara lain Kawasan Serading (Sumbawa) Lahan milik Dinas Peternakan akan dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui program hilirisasi.
Selain itu Gili Trawangan: BKAD tengah melakukan koordinasi intensif dengan UPTD Pariwisata untuk memastikan pengelolaan aset di kawasan internasional tersebut lebih profesional dan bernilai tambah tinggi.
​
​Selama bertahun-tahun, kendala utama optimalisasi aset di NTB adalah minimnya tenaga ahli penilai (appraiser). Sebelumnya, ribuan persil aset daerah hanya ditangani oleh satu orang penilai.
​Mengatasi hal tersebut, Nursalim telah mengirimkan SDM terbaik untuk dididik langsung oleh kementerian terkait.

"Saat ini kita sudah memiliki 29 tenaga ahli bersertifikasi. Mereka inilah yang akan melakukan penilaian (appraisal) aset agar kerja sama dengan pihak ketiga berjalan akuntabel," jelasnya.

​Dari sisi pengamanan hukum, BKAD bekerja sama dengan Kanwil Pertanahan Nasional untuk mengebut sertifikasi lebih dari 200 persil aset yang belum legal dari total 1.663 persil yang ada. Langkah ini krusial untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK yang telah diraih NTB selama 14 kali berturut-turut.

​Nursalim optimistis penguatan fiskal melalui optimalisasi aset adalah kunci kesejahteraan rakyat. Dengan PAD yang kuat, pemerintah memiliki keleluasaan untuk mengintervensi sektor-sektor produktif seperti pariwisata, UMKM, dan infrastruktur.

​"Filosofinya sederhana: jika PAD meningkat, intervensi pemerintah untuk kesejahteraan rakyat akan maksimal. Kita tidak lagi meratapi pemotongan anggaran pusat, melainkan menciptakan inovasi dari apa yang kita miliki," pungkasnya.

Berita terkait

Kualitas Produk UMKM Gowa Digenjot Menuju Pasar Ekspor Melalui Program Kontainer Merah Putih

Kualitas Produk UMKM Gowa Digenjot Menuju Pasar Ekspor Melalui Program Kontainer Merah Putih

GOWA - Spektroom : Pemerintah Kabupaten Gowa terus berkomitmen mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk naik kelas. Produk-produk lokal Gowa kini ditargetkan tidak hanya merambah pasar regional, melainkan juga menembus pasar nasional hingga internasional Harapan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat

Yahya Patta, Heriyoko
Gubernur Kepri Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Gubernur Kepri Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Kepri-Spektroom : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memberikan Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya kepada Gubernur Kepulauan Riau(Kepri) Ansar Ahmad sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung pendidikan kepamongprajaan serta berbagi wawasan kepemimpinan kepada para praja. Penganugerahan IPDN tersebut diserahkan langsung oleh Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi kepada Gubernur Kepulauan

Desmawati, Rafles