Pacuan Kuda Tradisional Jeneponto Sulawesi Selatan

Reporter: M. Yahya Patta

Pacuan Kuda Tradisional Jeneponto Sulawesi Selatan
Lomba Pacuan Kuda Tradisional Jeneponto Sulsel (Foto: Dokumentasi Karaeng Sutte)

Spektroom - Kabupaten Jeneponto atau biasa disebut Butta Turatea identik dengan sebutan kota kuda. Kuda di bumi Turatea tidak hanya dikenal sebagai kuda beban atau Jarang yang dalam bahasa lokal disebut "Patteke" namun juga sebagai simbol gaya hidup dan status sosial sehingga sebagian besar masyarakat Turatea memiliki kuda. Ada kebiasaan menarik bagi pemilik kuda di Jeneponto terutama mereka yang memiliki hobby atau menggemari kuda pacu, dimana pada waktu-waktu tertentu mereka mengikutkan kudanya di arena pacuan kuda tradisional atau bahasa lokal “appa lumba jarang”.

Andi Thahal Fasni Karaeng Sutte, Pemilik Arena Pacuan Kuda Pantai Karsut Desa Kampala Kecamatan Arungkeke Jeneponto (Foto: M. Yahya Patta)

Adalah sosok Karaeng Sutte salah seorang tokoh masyarakat Turatea dan pemerhati kuda pacu menyiapkan arena pacuan kuda di kampung halamannya tepatnya di Pantai Karsut Kampala. Menurut Karaeng Sutte, lintasan arena pacuan kuda sepanjang 2 kilo meter dan kuda pacu selain kuda lokal juga kuda impor dengan joki usia antara 8 sampai 16 tahun tergantung jenis kuda yang ditunggangi. Tentang waktu  pacuan kuda dilaksanakan tidak memiliki jadwal khusus, tergantung kesepakatan pemilik kuda pacu dengan masyarakat.

Berita terkait

Gandeng BKN, Menteri Dody Komitmen Wujudkan Good Governance di Kementerian PU

Gandeng BKN, Menteri Dody Komitmen Wujudkan Good Governance di Kementerian PU

Jakarta – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance di lingkungan Kementerian PU. Langkah ini diperkuat melalui kolaborasi bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna meningkatkan kualitas dan integritas aparatur sipil negara (ASN). Menteri Dody mengatakan kehadiran BKN sangat penting

Nurana Diah Dhayanti
Bak Tersambar Petir, PWI Kalteng Tempuh Jalur Hukum Usai Pernyataan Hotman Paris Dinilai Hina Profesi Wartawan

Bak Tersambar Petir, PWI Kalteng Tempuh Jalur Hukum Usai Pernyataan Hotman Paris Dinilai Hina Profesi Wartawan

Ketua PWI Kalteng, M Zaenal: "setiap pihak tetap menghormati profesi pers sebagai salah satu pilar demokrasi," Palangkaraya-Spektroom : Dunia jurnalistik terasa tersentak. Bagi banyak insan pers, pernyataan yang dilontarkan advokat nasional Hotman Paris Hutapea dinilai bukan sekadar kritik, tetapi telah menyentuh kehormatan profesi wartawan yang selama ini menjadi salah

Polin
ссс